Rintihan hujan menghiasi malamku

Menemani kegelisahanaku

Mangajakku untuk berderu dengan masa lalu

Adanya hitam menggelora di jiwa

Ketika putih hanya tinggal sejengkal makna

Rintihan ini menusuk jiwa

Menggengam kebekuan rasa

Hati semakin gelisah

Tak menentu arah

Melahirakan pikiran-pikiran yang tak jelas bermakna

Untaian-untaian hikmah pudar

Kekuatan hilang

Mengenangkan raga menjadi diam

Riuhnya tak terasa

Hujan menemani malam

Gelisah sepanjang malam

Tak menentu pikiran melayang

Hilang ditelan hitam

Jiwa tiada terasa senang

Raga tiada terasa tenang

Kegelisahan melanda

Kegelisanan membuncah

Menebarkan aroma hina

Kegelisahan diujung malam…

—pertengan April yang malang—

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s