Ramadhanku (episode satu)

It’s time to blog again. Setelah sekian waktu berseteru dengan dunia nyata yang bergerak makin cepat saja, sampai-sampai tak sempat dan tidak menyempatkan diri untuk bisa on line lama apalgi ngeblog gara-gara si lepi masih dengan kesakitannya yang nampaknya belum bisa disembuhkan. Oh my lepi.. i miss u so…

Satu bulan ‘nglaju’ dari Temanggung – Magelang – Yogyakarta, hmm melelahkan tapi luar biasa banya dapet ilmu dan dapet pengalaman yang seru. Yah namanya juga perjuangan hidup yang mesti dijalani, mengejar dunia..(aih bahasanya..). tapi Alhamdulillah satu tahap telah terselesaikan masih ada 3 tahap lagi yang harus dikejar (semangat pokoke…!!!). Dan yang paling aku syukuri hari – hari pertama puasa kali ini aku lewatkan bersama ibuku tersayang, paling tidak sampai 2 hari kedepan. Tapi juga belum jelas hari ini ibukku pulang gak ya??? kalo gak hmmm buka sendirian deh dirumah. (Asyikk bisa jajan deh…)

Suasana ramadhan kali ini benar-benar berbeda, selain awal puasa aku dirumah dengan suasana lingkungan ramadhan khas kampung, juga karena ada banyak hal yang sangan diluar dugaan. Jelas saja, kemarin pagi pasca cuci-cuci tiba-tiba ibuku menangis tersedu-sedu, terang saja aku bingung. Ada apa gerangan…dengan sura sendunya ibukku bilang kalo mb Nining (bulikku, istri adiknya ibuku) meninggal. Innalillahi wa innaillaihi roji’un. Hmmm aku sempat bingung, dan tak percaya, walalupun aku dengar beliau sebelumnya sakit dan masuk rumah sakit, tapi kabar terbaru sudah sehat bahkan dah jalan-jalan sama ketiga putranya. Aih… Allah lah yang lebih tahu, apa yang terjadi pada diri kiita dan terbaik dalam hidup kita. Yang buat aku sedih adalah karena ketiga putra putrinya yang masih kecil. Anak pertama kelas 2 smp, kedua kelas 1 smp, dan yang paling kecil 2 SD yang anak perempuan satu-satunya. Hmm aku hanya bisa mendoakan semoga arwah beliau diterima disisi Allah SWT ditempat yang terbaik.

Yah, kejadian ini mengingakanku hampir 4 tahun yang lalu, ketika my lovely dad, pergi untuk selamanya. Hmm, aku sangat bersyukur ketika dulu aku bisa mengurus jenazah ayah dengan lengkap, mulai memandikan, mengkafani, mensholatkan sampai ikut dalam pemakamannya. Begitu juga dengan bulikku yang satu ini,   walau jenazah  sampai diBorobudur jam 10 malem (dari jakarta jam 11 siang), semua pemakaman berjalan dengan lancar.

Alhmadulillah sampai dirumah pukul 00.40, hmmm perjalanan yang cukup cepat Borobudur – Temanggung hanya ditempuh sekitar 35 menit. Maklumlah jalan bebas hambatan, yang ada hanya truk-truk pengangkut barang saja. Hahaha… dan aku sendiri dirumah, ibukku jadinya nginep di Borobudur. Nah, ini dia yang bikin aku sedikit panik, dirumah sendirian dan tidur baru jam 01.30an bisa dipastikan gak bakal bisa bangun buat sahur. dan memang terbukti, hahaha… akhirnya hari ini aku gak sahur (hikshiks) walalupun udah biasa (kalo lagi pas puasa sunnah, kalo yang ini karena lagi bokek aja..hahaha). Hmmm, bangun pas banget dah iqomat..aih diketawain ibuku pas paginya beliau telepon. Hmmm yah nasib deh…

Huh…seneng banget deh hari ini, bisa ngenet didepan rumah…sambil nunggu buka, eh nunggu ibu pulang, tapi gak tahu juga ibuku pulang gak.. yah siap-siap aja deh JAJAN….🙂 ya udah segitu dulu aja episode satu ini aku tuliskan, sebenarnya episdoe ini buat cerita ramadhan yang sebelumnya, tapi karena ada kejadian ini, maka episode satu aku tulis khusus yang aku dedikasikan untuk bulikku yang sudah Dia ambil terlebih dulu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s