Belajar ikhlas

Misal anda punya uang Rp 100.000 dan teman anda mempunyai uang Rp 1.000.000 lebih senang atau merasa memiliki yang mana?

Tentu anda akan menjawab uang yang Rp 100.000. Karena uang itu adalah milik anda, dan uang Rp 1.000.000 bukan milik anda.

Misal uang Rp 1.000.000 teman anda hilang bagaimana dengan anda? tentunya anda tidak akan begitu merasa kehilangan, dan anda akan merasa biasa saja atau hanya bersimpati dengan teman anda, atau bahkan bersyukur karena uang Rp 100.000 anda tidak hilang.

Lalu jika anda kehilangan uang 100.000 yang anda miliki apa yang akan anda lakukan atau bagaimana perasaan anda? pasti anda akan sangat merasakan kahilangan atau bahkan tidak mengikhlaskan. Bagaimana bisa ikhlas??? Uang itu satu-satunya.

Seandainya ada toko yang menjual ikhlas, dengan harga 100.000, dengan jaminan akan mendapatkan keikhlasan dalam setiap kehidupan kita, apakah anda mau membelinya? Ya harga ikhlas hanya 100.000.Tentu saja sebagian dari anda akan menjawab akan dengan senang hati membelinya dengan harga itu. Tentunya dengan mudah anda memberikan uang 100.000 anda kepada si penjual ikhlas itu. Dan anda akan mendapatkan apa yang namanya ikhlas.

Yups, anggaplah hilangnya uang anda adalah toko ikhlas itu. Sama-sama kan dengan uang 100.000, anda akan mendapat yang namanya ikhlas. Tapi bedanya kalau anda anggap bahwa dengan hilangnya uang anda yang 100.000 anda merasa tidak ikhlas, anda akan kehilangan 2 hal sekaligus. Yang pertama uang 100.000 anda dan rasa ikhlas anda. Namun, jika anda menganggap ini sebagai ujian, dan anda anggap ini sebagai toko ikhlas tadi maka anda hanya akan kehilangan satu hal saja, yaitu uang tersebut.

“Iblis berjanji, bahwa dia akan menyesatkan seluruh golongan manusia, kecuali hanya satu macam manusia yang tidak bisa dia sesatkan. Yaitu manusia yang ikhlas”

Nah, jadi jangan sampai deh kita disesatkan oleh iblis dan kroni-kroninya. Oleh sebab itu, ketika ketika mendapatkan sebuah ujian berupa kehilangan atau ujian seberat apapun yang Allah SWT berikan kepada kita, maka anggaplah semua itu sebagai toko keikhlasan yang akan membuat kita kaya akan ikhlas.

Note : Hari ini aku dapat pelajaran lagi tentang keikhlasan, yang disampaikan oleh Ust. Syatori… hmmm yuk belajar ikhlas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s