Ramadhanku (episode 2)

Episode Ramadhanku kali ini akan ku ceritakan seputar kegiatanku dibulan Ramadhan lalu. Sebagai sarana evaluasi, dan mungkin ada yang bisa di-share-kan oleh kawan-kawan pembaca.  Episode dua ini akan ku coba fokuskan agendaku selama 10 hari pertama dibulan Ramadhan. Memang Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang, tak mungkin lagi ku mendustainya, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kan kau dustakan? Sungguh penuh rahmat dan berkah di awal ramadhan kali ini. Bagaimana tidak hari pertama puasa kulalui di rumah, sebelum-sebelumnya sangat jarang bahkan dalam 5 tahun terakhir lebih banyak dilewati di kota Gudeg Jogja. Alhamdulillah bisa melalui empat hari puasa dirumah, jelas yang paling menyenangkan adalah episode buka puasa, dengan segala macam hidangan yang disiapkan oleh ibuku. Yang membuat semangat adalah hadirnya “the gun” (baca: degan) diawal buka, hmm minuman yang sangat menyegarkan dan favorit banget. Like this-lah pokoknya, sudah lama tak merasakan nikmatnya hidangan ini yang langsung dipetik dari hasil kebun sendiri, yang menambah rasa nikmat tiada tertandingkan. Selain itu juga ada kenikmatan lain yang Allah berikan selama empat hari awal ramadhan kali ini, yaitu aku bertemu dengan seorang “kawan lama”. Kalau yang ini tak perlulah diceritakan siapa dia karena sangat-sangat mengesankan (maaf..). Tadinya memang kangen berat dengan kawanku ini, dan sungguh aku sangat bersyukur ketika tiba-tiba Allah menghadirkan dia dipelupuk mataku, walau hanya sekejap mata dan sedetik senyuman, tapi aku tetap bersyukur karena hanya satu tahun sekali bertemunya, itupun belum pasti, jadi tak mungkin kusia-siakan momen ini, untuk bersyukur padaNya. Yah, cukuplah menceritakan tentang dia, yang mengakhiri 4 hari ku berpuasa di kampung halaman.

Hari berikutnya kusediakan waktu untuk datang ke Jogja karena sudah rindu dengan suasana Ramadhan di kota ini. Pasti jauh beda nuansa Ramadhan di kampung halaman dan di kota pelajar. Sesampainya di Jogja suasana kemeriahan Ramadhan nampak di setiap sudut jalan, apakah spanduk-spanduk besar yang mengabarkan atau mengucapkan selamat menuanaikan ibadah puasa dari segala macam instasi. Juga suasana pedagang musiman khususnya pedagang penganan untuk hidangan berbuka. Selain itu juga suasana masjid yang ramai. Entah itu ramai karena banyaknya spanduk kegiatan selama bulan Ramadhan di masjid itu atau juga ramai oleh anak-anak TPA yang belajar mengaji. Hmm rasanya adem banget Ramadhan di Jogja.

Yups perjalan dari rumah ke Jogja, mampir dulu sebentar ke Magelang membuat hati kian riang bertemu dengan kawan-kawan berjuang memenangkan target bulan Ramadhan . Berlomba-lomba menyabut bulan suci ini dengan antusias. Hmm lovely Ramadhan banget dech dan ini bakal aku rindukan ketika aku dah gak disini (semoga…). Alhamdulillah malam pertama di Jogja kuluangkan waktu untuk sholat tarawih di masjid Al Ikhlas dekat kos. Rasanya ngantuk total, tau deh kenapa. Mungkin karena kecapekan dijalan kali ya. Nah selanjutnya masih dengan aktifitas yang sama ketika di rumah, makan dilanjutkan dengan tilawah sebelum istirahat menjelang sahur.

Sahur time… gak perlu keluar lagi deh sahur tahun ini, kerena alhamdulillah sudah masak sendiri (matur nuwun buat Hani dan Cipi yang sudah masak..) dan dilanjutkan dengan subuh berjamaah disalah satu kamar kos. Trus prepare tasqif di masjid Nurul Ashri. Tasqif kali ini yaitu membahas tentang tafsir Al Mulk. Rasanya dah ketinggalan terlalu jauh, dan emang iya, tapi ya maklum ajalah kan memang ada agenda yang tak bisa ditinggalkan. Alhamdulillah dapet info2 tentang kegiatan Ramadhan di masjid ini. Ternyata sorenya ada kajian tentang Birrul Walidain. Hmm cocok banget, lagi butuh banget ni buat nambah semangat untuk berbirrul walidain. Sorepun menjelang, datanglah aku ke majelis ini, walaupun telat ilmunya tetap nempel sampai abis. Jadi kangen ma ibukku yang tengah menyiapkan buka puasa sendiri (hiks..hiks..)

Nah besoknya rupanya ada acara lagi pas tanggal 17 Agustus yaitu kajian rumah tangga (pra nikah). Hahaha kalo yang ini semangat bener deh ngikutinya. Di hari sebelumnya pas aku di kampus, aku juga sangat bersyukur atas apa yang Allah berikan kepadaku. Alhamdulillah ketemu ma ibu dosenku, dapet proyek. Walau emang belum fix, tapi masih ada waktu sampai habis lebaran untuk berdiskusi lagi. Ya begitulah tiga hari di Jogja aku kembali ke kampung halaman untuk menyelesaikan beberapa “pekerjaan” di sana.

Yups, berkah juga karena aku malah bertemu dengan kakak kelasku waktu SMA, di tempat kerja itu. Live is never flat (iklan…) lho kok??? Ya karena memang hidup tidak pernah lurus, lempeng, mulus pastilah ada gelombang, belokan, rintangan dan ujian. Di 10 hari yang pertama ini aku mencoba untuk menikmati apa-apa yang Allah berikan kepadaku. Dan ku hanya bisa bersyukur atas kenikmatan ini, terima kasih ya Allah (nada Baim cilik..). karena Kau memberiku malam-malam yang indah di hari-hari itu. Semoga Kau memberiku keistiqomahan.

23 Agustus 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s