Selamat tinggal Pak Jaya, selamat datang Pak Tri (benar-benar sindrom reuni)

Cerita yang kedua, masih tentang kenakalan kami. Cerita ini tentang kami yang pemalas, mungkin bahasanya bukan pemalas tapi mudah menyerah. Saat itu pelajaran fisika, guru kami yang lembut lagi tampan (kata teman-teman putri begitu, ya ngikut ajalah..), Pak Jaya namanya. Seperti biasa beliau memberikan tugas untuk hari berikutnya seusai pelajaran. Tugas yang diberikan bukan hanya 1-10 nomor saja, bisa mencapai 50 soal (hohoho…). Bagiku yang sangat tidak dong dengan pelajaran yang satu ini hanya bisa pasrah. Artinya menanti teman-teman yang sudah mengerjakan lalu tinggal mencontoh saja, he. Kebiasaan buruk kami, sudah kelas tiga sebentar lagi ujian, masih saja melakukan tindakan seperti itu. Di hari yang ditentukan untuk mengumpulkan tugas yang diberikan oleh beliau, tenyata hanya beberapa siswa saja yang mengerjakan. Sebagian besar sedang asyik mencontoh atau menyalin pekerjaan kawan yang telah mengerjakan. Hahaha… rupanya terendus juga kekompakan kami dalam hal ini. Bau busuk yang disimpan begitu rapat bakal tercium juga. Yup, tak ayal beliaupun mengeluarkan jurus jitunya, memberikan kami pelajaran bukan hanya menyuruh kami maju kedepan untuk mengerjakan soal. Tapi memberikan petuah-petuah dan motivasi yang membuat kami menjadi tidak enak hati. Kurang lebih seperti ini “Kalian itu sudah kelas 3, ini sudah hampir ujian, tinggal beberapa bulan lagi, masih saja seperti ini. Kalian mau jadi apa? Trus meh lulus gimana? Kok ya begitu to. Beda dengan angkatan-angkatan sebelumnya, meraka rajin, lha ini…mbok ya mikir, tinggal menghitung hari. Wis aku dah gak bisa lagi ngajar kalian.” Hiks..menyudutkan kami, menohok kami. Lalu berapa guru lagi yang akan meninggalkan kami, padahal kami masih butuh mereka. Kami belum lulus. Beliaupun meninggalkan kami. Hampa rasanya… sudah beberapa guru kami sakiti, karena kalakuan kami. Dan satu lagi kami menyakitinya. Sedih sekali, kami tak bisa berkata dan berbuat apa-apa.

Beberapa hari kemudian, saat pelajaran fisika, datanglah seorang masuk ke kelas kami. Kami tak tahu siapa orang ini. Lalu beliau memperkenalkan diri, namanya Pak Tri, guru fisika yang baru. Oh no… hanya kurang dari tiga bulan menuju ujian, ada guru baru yang mengajar kami. Beliau menegaskan sebagai pengganti Pak Jaya. Hahaha…

Kami benar-benar mengusir satu guru yang sebenarnya sangat kami sayangi. Sungguh mengecewakan kami ini. Padahal dikelas lain tidak diganti. Tapi rupanya ya beginilah keadaan kami, kami harus menerimanya dengan lapang dada. Selamat tinggal Pak Jaya, selamat datang Pak Tri…

Lumayan lah tidak mengapa, pak Tri juga keren (ini juga kata anak-anak putri, jujur aku gak tertarik hehe..). Dengan sedikit waktu yang tersisa kami tetap harus berkosentrasi dengan ujian kami dan beradapatsai dengan guru baru kami. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar dan baik, akhirnya kami lulus semua….

Matur nuwun :

Atas motivasi dari pak jaya, akan selau kami kenang
Pak Tri yang baru berjumpa, namun membuat kami tetap semangat dan memberikan yang terbaikuntuk Smada tercinta
IPA3 crew yau must be better, doing to be better, I love you all

4 thoughts on “Selamat tinggal Pak Jaya, selamat datang Pak Tri (benar-benar sindrom reuni)

    • mbok pak jaya ato pak tri yg ganteng tetep gak mudeng,dasare emg ra iso,po meneh pak ucup tambah bablas kabeh…nek bu mei yo lumayan tp tetep ra dong,sedangkan pak edi hohoho sampe berdarah2 yo tetep wae ra tekan. Dasare emang fisika pelajaran yg sungguh2 rumit,siapapun gurunya,dr yg paling ganteng ampe paling killer…
      Iyo mb nasy bentar lagi dirimu gendong bayi…jan tambah rejeh wae ipa3..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s