Terlambat: versi guru (masih sindrom reuni…)

Mau cerita sedikit kenakalan dan keisengan kami (saat masih kelas 3 SMA) yang notabene harusnya menjadi anak yang rajin, giat, siap menghadapi UAN, yang saat itu dengan standar dinaikkan dari sebelumnya 3,01 menjadi 4,01. Seram tapi kami yakin kami bisa, walau kami memang anak-anak yang kurang rajin dan menjengkelkan hohoho…

Pak Ambar namanya, beliau guru Matematika kami. Asli, orang ini gokil abis, gaul dan santainya puuooll. Maklum saja beliau juga pengajar salah satu bimbingan belajar terkenal di Indonesia. Bapak muda ini sangat disukai anak-anak, karena dia menganggap kami bukan sebagai murid yang harus diajar dengan formal, galak dan seram. Beliau membuat Matematika sangat menyenangkan dan ringan. Istilah-istilah yang ringan dan lucu membuat kami ingat beberapa rumus dan teori dalam Matematika. Istilah “puncak pun tak lupa” gaya khas pak Ambar, sangat membuat kami ingat akan prinsip ini, kalo gak salah inget tentang program linier buat grafik gitu dech (karena sudah lama tidak belajar matematika, jadi harap maklum kalo lupa hee…), juga gaya khas berjalan, mengajari kami dan menganggap kami teman sangat membangun hati kami untuk menyenangi Matematika dan membuat Matematika menjadi ringan. Namun yang ingin saya bahas bukan tentang Matematika, tapi hal lain yang masih ada hubungannya dengan kata terlambat (yang menjadi topik hangat untuk saya sampaikan). Beliau adalah tipe guru yang disiplin, hanya memberikan batas waktu 10 menit terlambat masuk kelas. Dan itu kami sepakati, lebih dari 10 menit artinya tidak diperbolehkan untuk masuk kelas mengikuti pelajaran ini. Sungguh sangat disayangkan jika meninggalkan pelajaran yang satu ini, selain sebagai mata pelajaran yang diujikan di ujian nasional, juga karena Matematika adalah mata pelajaran paling favorit untukku sejak SD hingga sekarang. Jadi secara otomatis aku tak akan pernah melewatkan pelajaran ini.

Nah, setelah beberapa waktu berjalan seperti biasa waktu yang disepakati terlambat adalah 10 menit. Suatu saat, pelajaran ini harus sudah dimulai namun saat itu waktu telah menunjukkan lebih dari 10 menit, pak Ambar belum juga datang.

Dan… ta..ta..ta..

Sebuah ide iseng muncul dari salah seorang siswa kelas kami. “Pak Ambar bilang, kalo telat 10 menit tidak boleh masuk” dan akhirnya kami sepakat untuk mengunci pintu dari dalam dan pak Ambar tidak boleh masuk kelas, karena sudah lebih dari 10 menit. Hahahaha…

Ide konyol inipun terlaksana, pak Ambar tak dapat masuk kelas kami setelah beberapa saat beliau datang. Semua penghuni kelaspun tertawa, melihat guru kami di luar sana, yang semangat ingin mengajar kami. Tapi karena keisengan kami harapan bapak itu sirna. Namun kami jadi tak tega melihat beliau berada di luar kelas dan berteriak-teriak minta dibukakan pintu. Lalu kami sepakat untuk membukakan pintu dan mempersilahkan beliau masuk kelas kami. Kami menyambut dengan tawa dan teriakkan yang sangat meriah. Lalu kamipun mengutaran apa yang menjadi awal keisengan ini, kami protes karena beliau terlambat lebih dari 10 menit. Hal ini sebagai konsekuensi dari yang beliau utarakan waktu diawal kelas 3 (ya…kalo ketemu ma anak iseng ya begini…)

Akhirnya kami bersepakat, antara guru dan murid tak ada yang boleh terlambat lebih dari 10 menit. Perjanjian ini kami sepakati bersama (hmm aneh ya kelasku ini…)

Sampai dibeberapa kesempatan kami sering menjumpai beliau tergopoh-gopoh sambil berlari menuju kelas kami yang terletak di ujung barat supaya tidak terlambat mengajar (padahal ruang guru di ujung timur…). Huuh dasar anak-anak gak jelas, bisanya ngerjain orang tua….

Terima kasih untuk :

My soulmate, Fany, yang sudah mengingatkan kejadian ini sehingga bisa ku share disini.
Pak Ambar guru Matematika SMA N 2 Magelang, yang telah mengantar kami sampai menjadi seperti ini
Teman-teman 3 IPA3 SMA N 2 Magelang 2003/2004, yang senantiasa kompak. Pokoke IPA3 oyelah…

3 thoughts on “Terlambat: versi guru (masih sindrom reuni…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s