Fajar Tak Pernah Terbenam

Fajar tak pernah terbenam,
karena ia selalu menerbitkan matahari
Fajar tak pernah terbenam,
karena ia selalu membawa cahaya dari gulitanya malam
Fajar tak pernah terbenam,
karena ia selalu mengantarkan manusia untuk kembali kekehidupannya
Fajar tak pernah terbenam,
karena fajar memang tak pernah bisa terbenam
Bersyukurlah manusia,
karena fajar selalu membawa matahari untukmu
Bersyukurlah manusia,
karena fajar selalu menghadirkan sinar untukmu
Bersyukurlah manusia,
karena fajar selalu mengantarkan kehidupanmu
Dan bersyukurlah, karena fajar tak pernah terbenam

Spesial untuk Fajar, adik dari salah seorang sahabat Laskar.
Semoga Allah selalu menjadikanmu penerang, pembawa sinar di ujung malam
Semoga Allah selalu menjadikanmu pengantar, pembawa tanda kehidupan di awal siang
Semoga Allah memberikan tempat terbaik untukmu, diantara orang-orang terbaik yang Allah janjikan syurgaNya.

Catatan :
Bolehlah sedikit aku ungkapkan apa yang aku rasakan saat aku menulis ini. Aku iri dan aku cemburu, sungguh beruntung Fajar memiliki orang-orang yang sangat mengasihi dan menjadikannya teladan dan inspirasi orang-orang terdekatnya. Ya aku benar-benar iri karena kau tak akan pernah terbenam.
Untuk Panji : salut banget deh, bisa menghadirkan sosok Fajar yang walaupun secara fisik sudah tidak ada tapi tetap terus hidup dari setiap tulisan-tulisanmu🙂

20 thoughts on “Fajar Tak Pernah Terbenam

  1. huah!!! keren2x…
    jzk bos atas doanya…

    *doakan agar saya dapat istiqomah di jalan-Nya, dan bersua dengan beliau di jannah-Nya..

    aamiin..

      • pukat, burlian, eliana n amelia?? ckckck… bukan tere-liye lover ternyata…
        mereka adalah “anak-anak mamak”
        (berharap yg dua terakhir segera terbit)

      • lagi ngerti itu karya terbaru tere liye…ya walaupun bukan penggemar. Tapi alhamdulillah dah baca 3 bukunya…ya kalo emang itu yang mau dikasih bakalan seneng banget apalgi ke4-4nya….hehehe…

  2. @eki
    ayo ‘ki, ditunggu tulisan lu (fajar juga footballover kayak qt nih =)

    @hafidh
    gak nulis gak asik ‘fid =D

    @yulifia
    eliana dan amelia, bisa diatur itu bos ^^

    @adist
    sekedar suka aja gak cukup bos, masak mau jadi penonton aje n_n

  3. Pingback: and the winner is… « Panji Arohman’s Weblog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s