Cinta adalah Persahabatan

“Cinta adalah persahabatan”, ingat kata-kata itu jadi ingat film Kuch Kuch Hota Hai, ketika Anjali (kecil) bertanya pada Rahul tentang makna cinta. Kali ini ku temukan lagi dalam sebuah novel karya Darwis Darwis dengan judul Senja Bersama Rosie. Ceritanya agak mirip, apalagi endingnya, persis. Namun ada sentuhan lain dalam karya ini, novel roman picisan yang dibalut dengan kisah keluarga yang menginspirasi, tetap saja kisah romantiknya lebih mendominasi.
Paragraf demi paragraf mulai kubaca hingga bab demi bab terlewati, membuatku melayang jauh kembali ke kisah masa lalu diakhir tahun 1999. Konyol sekali kisah itu…huh… Sedikit tertawa, lebih tepatnya menertawakan diri sendiri saat membaca novel itu yang “gue banget”. Namun ku tegaskan bahwa itu adalah kisah masa lalu, walau tersimpan rapi hingga saat ini. Tak akan kuulangi lagi.
Yah.. saat itu menganggap sempit arti kata cinta. Menganggap bahwa cinta adalah sebuah rasa milik dua insan berbeda jenis yang saling tertarik dan ada hasrat untuk saling memiliki. Namun bersyukur pikiran itu kandas dan berbalik menjadi sebuah rasa ingin tahu apa sebenarnya arti cinta? Apakah benar cinta itu persahabatan? Sama dengan makna dalam film Kuch Kuch Hota Hai dan novel Senja Bersama Rosie? Yah kepolosan dan kurangnya ilmu yang kumiliki saat itu baru bisa mengartikan bahwa cinta adalah persahabatan. Boleh menyangkal atau bahkan menyepakati, tapi yang jelas untuk saat ini aku mulai mengartikan bahwa persahatan adalah bagian dari cinta.
Cinta tak sekecil atom, namun cinta sungguh luar biasa luasnya bahkan melebihi jagat semesta. Ya, setiap detik nafas kita adalah cinta. Cinta dariNya kepada hamba-hamba yang penuh dosa, ah… Bahkan setiap debu yang tak terlihat juga merupakan bagian cinta dariNya untuk menyeimbangkan bumi dan kehidupan manuisa. Tak hanya itu, luasnya samudera, tingginya gunung, jauhnya bintang adalah wujud Cinta dariNya untuk kita yang mau berfikir. Bahkan angin ribut, letusan gunung, berguncangnya bumi juga karena cinta dariNya agar kita selalu ingat padaNya. Ah…kenapa kita terlalu sempit memandang makna cinta, padahal di depan kita, samping, belakang, atas ataupun bawah adalah satu simbol cinta dari ribuan, jutaan bahkan triliyunan cinta yang Dia berikan kepada kita.
Lalu bagaimana dengan wujud, simbol atau makan cinta yang kita punya?! Ah… terlalu rumit untuk mengartikan hal yang sederhana ini, hanya dengan sebuah kata atau simbol-simbol yang masih tidak jelas. Tapi kurasa, cinta yang sebenarnya adalah cinta yang berasal dari sebuah pemahanan dan pengenalan yang sangat jelas atas objek yang kita sebut cinta. Salah satunya adalah persahabatan. Yah.. ukhuwah yang terukir indah dengan kalimat-kalimat cintaNya, yang dulu kupandang sempit itu kini kucoba membuka mata, hati dan pikiran, bahwa persahabatan itu akan menumbuhkan cinta yang indah, bila didasari dengan pemahaman yang benar, bukan pemahaman yang sekedarnya. Pemahanan dari mana cinta itu ada dan mengartikan begitu besar cinta yang Dia berikan kepada kita. Itulah yang ku pahami sekarang. Terlalu naif jika hanya mengartikan cinta adalah persahabatan. Sampai sekarang ku coba terus untuk belajar memaknai cinta yang sebenarnya, yang memberi dengan keikhlasan, menerima dengan keridhoan dan mensyukuri apa yang Dia berikan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s