Pukat

“Tidak ada yang paling menyedihkan di dunia ini selain kehilangan kejujuran, harga diri dan martabat. Orang-orang yang bersungguh-sungguh jujur menjaga kehormatannya dan selalu berbuat baik kepada orang lain, maka meski hidupnya sederhana dan terlihat biasa-biasa saja maka dia sejatinya menggenggam seluruh kebahagiaan dunia”. Begitulah pesan nek Kiba dalam serial anak-anak mamak seri “Pukat” karya Tere Liye. Menilai sebuah kejujuran yang sangat agung dan tinggi, dan tidak bisa digadaikan oleh apapun. Kisah Pukat yang begitu membuatku kembali lagi iri pada idealnya sebuah keluarga, dan membuatku sangat berharap menjadi bagain dari keluraga itu. Bukan hanya keluarga kecil itu saja tapi juga keluarga besar di kampung itu. Kampung yang mungkin saat ini sangat jarang dan langka, karena individu-individu yang memenuhi kampung-kampung saat ini juga telah berubah. Sungguh sangat arif dan menjadikan satu semangat bahwa dengan membangun keluarga yang penuh visi yang diawali dari individu-individu ini, maka masyarakat disanapun akan menjadi masyarakat yang penuh visi, penuh mimpi dan penuh dengan hikmah.

Kata bapak “Apapun yang terjadi, kita sudah melakukan prosesnya dengan baik. sekarang tinggal menunggu dan berharap. Itulah kebijakasanaan tertua yang dimiliki leluhur kita. Menunggu dan berharap. Selalulah meminta pertolongan dengan dua hal itu. Menunggu itu berarti sabar. Berharap itu berarti doa”, demikian kearifan dari seorang bapak yang menasihati anak-anaknya ketika mereka berpetualang untuk memaknai perjuangan sebutir nasi. Yah.. kampung itu mendidik bapak-mamak serta keempat anak-anaknya Eliana, Pukat, Burlian dan Amelia serta seluruh warga kampung di tengah pulau Sumatera.

Yah sebuah kejujuran dan kerja keras dalam menghadapi ujian, lalu menunggu dan berharap bahwa apa yang telah kita lakukan mendapatkan hasil yang sebanding. Dan Tuhanlah yang lebih tahu apa yang terbaik untuk kita.

Ah…jadi rindu Bapak, sungguh hebat bapak. Semoga Engkau memberikan tempat terbaik untuknya dan aku berharap kepadaMu agar Kau menyiapkan istana terbaik untuknya.

2 thoughts on “Pukat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s