Kena deh…

Jumat siang menjelang sore seperti biasa saatnya agenda rutin pekanan. Hari itu seperti biasa pula sms salah satu kawan untuk menjemput di kos namun rupanya dia tak jua membalasanya. Kemudian ku sms kembali temanku yang lain untuk menjemput, namun rupanya dia berencana terlambat karena harus menyelesaikan pekerjaan di tempat kerja yang baru, dan kuputuskan untuk naik angkot saja daripada terlambat lebih lama (walau akhirnya memang telat sih).

Kuayunkan kaki menuju Jalan Gejayan yang sekarang menjadi Jalan Affandi, melalui gang Kamboja. Menanti bus jalur 7 untuk sampai ke perempatan Kentungan dan dilanjutkan naik angkot tujuan Kaliurang. Jalur 7 yang kunaiki lumayan agak sepi tak ramai, karena hari memang menjelang sore. Naik dari pintu depan ku sapu seluruh bagian dalam bus dan kuputuskan untuk duduk di kursi di depan pintu depan. Dag dig dug…entah apa yang kurasakan, tapi suasana di bus itu sedikit agak mecurigakan, yah tidak senyaman biasanya. Tapi kucoba menepis prasangka burukku, dan terus berpikir baik dan terus berdoa agar selamat sampai di tujuan.

Perempatan Kentungan sudah mulai tampak, seperti biasa sebagai penumpang bus yang ulung, sebelum turun harus mempersiapkan diri untuk turun lalu akupun berdiri di depan pintu. Ada yang sedikit mengganjal saat aku hendak berdiri di depan pintu bus, tas ransel besar yang aku taruh dibelakang lalu aku taruh depan, padahal saat jarak antara saat aku berdiri lalu aku taruh tasku di bagian belakang kemudian aku taruh kedepan tidak ada 1 menit. Kalo dihitung hanya beberapa detik saja. Dan tara… hmm saat aku turun tasku bagian depan sudah terbuka dengan lebarnya. Ku coba menggeledah dan kecurigaanku benar adanya, uang kembalian dari naik bus tadi raib, tujuh belas ribu rupiah..oioioi… Kena deh… ketawa sendiri jadinya. Hmmm…karena aku juga tidak tahu harus berekspresi seperti apa. Kalo sedih juga malah bingung, jadi sedikit ku buat santai saja. Banyak beristighfar dan juga masih bersyukur, karena yang hilang bukan HP karena HP aku taruh di saku rok, sedangkan dompet aku taruh di tas bagian dalam.

Kejadian ini mengingatkanku pada kejadian yang sama beberapa tahun silam. Saat itu aku berangkat ke Jogja dari rumah, naik bus dari terminal Secang menuju terminal Magelang. Seperti biasa jika naik bus dua pintu pastinya ramai dan penuh sesak. Tapi beruntung ada bapak-bapak baik memberikan tempat duduknya untukku. Hmm, setelah ku ucapkan terima kasih aku tak mencurigai sesuatu. Tapi memang ada hal yang aneh, kulihat di bagian depan ada salah satu bapak yang memakai masker. Hal itu membuatku curiga karena ku lihat dia duduk dengan tidak tenang, dan rupanya kecurigaanku benar adanya. Bapak yang memberikan tempat duduk kepadaku dan bapak bermasker itu rupanya komplotan pencopet dengan dua rekannya yang lain. Saat itu belum ku sadari bawha mereka adalah pencopet, saat seorang ibu yang mau turun tiba-tiba bapak bermasker itu juga mau turun dan kemudian ibu-ibu tadi diapit oleh bapak yang tadinya memberikanku tempat duduk dan dua orang yang lainnya. Kupikir mereka akan turun ditempat itu namun ternyata keempat bapak-bapak itu tidak jadi turun. Hmm, aneh aku masih juga belum sadar sepenuhnya. Lalu saat ada seorang lagi yang mau turun keempat bapak-bapak tadi melakukan hal yang sama, baru kusadari ternyata mereka adalah komplotan pencopet. Tapi beruntung komplotan itu tidak berhasil mendapatkan hasil incarannya. Saat itu aku yang telah tersadar mulai waspada dan siap berjaga-jaga. Keempat orang komplotan pencopet kemudian menduduki posisinya masing-masing dua diataranya duduk di belakang tempat dudukku. Huhahuha… dag dig dug, kewaspadaanku semakin ku tingkatkan, tapi tetap ku bawa santai, walau agak sedikit tegang. Sampai di terminal kecil Kebon Polo Kota Magelang, tiba-tiba ada yang mencolek-colek lenganku di sebelah kanan, saat aku menoleh tiba-tiba bapak-bapak yang memberikan tempat duduk padaku telah ada di depanku dan mulai merogoh tasku bagian depan. Saat ku sadari itu lalu akupun melawan si bapak itu, menarik tangannya dan akupun menggertaknya. Alhamdulillah mereka tak berhasil mengambil barang berhargaku, lumayan juga kalo mereka dapet HP. Beruntung kerena hanya dua orang itu yang melalukan aksinya karena dua orang yang lain ternyata telah turun. Mereka berdua akhirnya menyerah tak jadi merampas barangku dan terpakasa turun, lalu akupun membelalakkan mata saja. Huhuhuuh…aku tegang…tegang sekali… dan pak kondektur buspun kemudian bertanya “mbak tidak apa-apa?” diapun juga tegang saat menyaksikan perlawananku, ku jawab “tidak apa-apa”. Hah.. sampai diterminal Soekarno Hatta Magelang aku masih shock dan tegang. Tapi bersyukur karena akhirnya tidak sampai kecopetan.

Kejadian itu juga terjadi lagi saat naik bus jalur 15 dari Mirota Kampus ke Lembah UGM. Saat akan turun di depan lembah UGM si copet rupanya beraksi, mendekatiku, dan kembali aku harus tarik-tarikan tas yang sudah dia incar. Beruntung kali itu aku yang berhasil menyelamatkan tasku, kembali aku bersyukur, walau sangat menegangkan.

Namun rupanya jumat sore itu sang pencopetlah yang berhasil mendapatkan uangku, padahal uang itu mau dipake buat ongkos pulang ke rumah. Hmm Kena deh akhirnya. Tapi banyak hikmah yang bisa dipetik dari kejadian itu, kalau mau naik bus atau angkot sebaiknya memakai uang pas, apabila memang harus pakai uang besar dan ada kembalian lebih baik uang tidak diletakkan di bagian depan tas karena ini sangat rawan, jangan meletakkan HP atau barang-barang berharga lainnya di tas bagian depan, usahakan tidak menggunakan HP saat dalam perjalanan (bila bus yang ditumpangi penuh sesak dan mencurigakan), usahakan meletakkan tas di depan bukan dibelakang, dan bila memang sudah mencurigai sesuatu yang aneh kewaspadaan perlu ditingkatkan, usahakan kita juga bisa melawan. Satu hal yang paling penting mintalah perlindungan dari Allah melalui doa doa kita. Tips bila kita akhirnya memang jadi korban pencopetan yaitu segera lapor polisi apabila surat-surat penting hilang dan tetap bersabar dan ikhlaskan saja. Mungkin ini cara Allah menguji kita, karena kita yang kurang sedekah, kurang hati-hati, dan kurang mendekatkan diri padaNya. Jadi anggap saja ini adalah cara Allah untuk membersihkan harta kita, dan yakinlah bahwa kita akan mendapatkan rizki yang lain yang lebih patut untuk kita dapatkan dan jangan lupa untuk mendoakan agar si pencopet itu diberikan hidayah untuk tidak melakukan perbuatan itu lagi dan bertaubat sepenuhnya kepada Allah subhana wata’ala dan jangan lupa pula kita mesti banyak bertaubat juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s