Perjalanan ke Timur #2

Tanggal 20 Maret, menjadi satu peristiwa sejarah baru bagi salah seorang kawan baikku. Tanggal ini menjadikan seluruh isi bumi bertasbih dan ribuan malaikat menaungi peristiwa sakral bagi sepasang anak manusia. Yah, walalupun aku tak bisa ikut mendengarkan dan menyimak perjanjian agung itu, namun aku merasakan saat dalam perjalanan bahwa semua berjalan dengan sempurna atas kuasaNya.

Pukul 05.00 WIB, bersiap diri menuju salah satu kota di wilayah timur pulau Jawa, namun masih di barat bagian wilayah ini. Ini untuk kedua kalinya aku ke kota di propinsi Jawa Timur. Sesuai dengan janji bersama kawan-kawan satu rombongan kita berangkat pukul 06.00 WIB, jadi pukul 05.00 harus sudah mempersiapkan segala sesuatu karena 05.30 harus berkumpul di satu tempat. Tiba-tiba satu sms masuk di Hpku, “afwan aku telat,karena ada tugas mendadak yang harus diselesaikan”, ku jawab “iya”. Satu sms lagi masuk, “afwan telat, karena harus menyelesaikan sesuatu”, ku jawab lagi “iya”. Hmm, lalu satu sms lagi masuk, “er, kita masih nunggu mobil belum dateng, jadinya telat”. Hampir pukul 06.00, mobil yang berasal dari Kulon Progo ternyata belum berangkat, itu artinya tidak mungkin berangkat pukul 06.00. Yah, sembari menunggu kawan-kawan yang terlambat datang berkumpul di kosku, dan juga mobil dari Kulon Progo, maka menikmati segelas susu hangat sebagai sarapan sebelum sarapan di mobil adalah hal yang menyenangkan. Sembari menanyakan kawan-kawan dari rombongan lain, apakah sudah berangkat atau belum. Pukul 06.00 lebih, mobil dari Kulon Progo baru berangkat, berarti kurang lebih perjalanan 30 menit sampai di Jogja. Semua rombongan sudah berkumpul, menikmati sarapan biskuit sambil menanti datangnya mobil dan juga berkoordinsai dengan rombongan lain. Pukul 07.00 lebih salah satu rombongan tengah berjalan dari kampus, lalu kuminta untuk menunggu sejenak agar bisa berangkat bersama, karena sebentar lagi mobil dari Kulon Progo sampai. Dan yah, akhirnya mobil dari Kulon Progo datang. Bersama dua mobil lainnya, rombongan ini berangkat pukul 07.30 wib menuju Kota Magetan Jawa Timur.

Rute perjalanan kali ini disepakati melalui jalan Jogja – Solo – Karanganyar – Tawang Mangu – Sarangan – Magetan. Yah, perjalanan melewati Gunung Lawu, yang berkelok kelok dengan pemandangan pegunungan nan hijau dan sejuk. Hmm, perjalanan yang menyenangkan. Sepanjang jalan tempat wisata alam yang menjanjikan ketenangan dan kesegaran. Sampai di lokasi tepatnya kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan pukul 11.30, bertemu dengan kawan-kawan lain yang rupanya sudah sampai terlebih dahulu. Hikmat mengikuti acara walimah yang diadakan di rumah mempelai wanita, diikuti dengan keceriaan bersama para tamu yang ingin berfoto bersama kedua mempelai mejadikan suasana riuh ramai. Beberapa rombongan berfoto bersama, sesuai dengan kelompok masing-masing. Hmm luar biasa ukhuwah dan silaturahim ini. Dan inilah akhir dari rombongan menghadiri acara walimah yang penuh dengan berkah.

Perjalanan pulang diawali dengan sholat dzuhur dan ashar yang dijamak. Bersepakat rombongan tiga mobil dari keluarga besar mahasiswa Fapet, untuk rehat di salah satu objek wisata alam Sarangan.

Kesepakatanpun dicapai, namun pada akhirnya ternyata tidak jadi menuju lokasi telaga, hanya menikmati telaga dari jalan atas, yang pemandangannya tak kalah elok. Berfoto bersama rombongan sembari menikmati makan sate dan minum secangkir kopi, susu jahe, atau capuccino hangat membuat suasana kekeluargaan ini begitu terasa. Setelah beberapa waktu puas menikmati pemandangan dan bersantap makanan dan minuman hangat, perjalanan dilanjutkan kembali. Hujan deras menemani perjalanan turun gunung rombongan ini. Di tengah perjalanan, ada kesepakatan baru lagi, berhenti sejenak di pasar Tawang Mangu untuk berburu oleh-oleh. Sesampainya di pasar itu, beberapa dari rombongan termasuk aku berbelanja oleh-oleh. Yah, oleh-oleh yang aku pilih adalah sayuran yang tampak segar-segar. Berjalan-jalan sebentar di pasar dan berbelanja, membuat perjalanan ke timur kali ini menjadi lebih hidup.

Perjalanan pulang memang memakan waktu lebih lama daripada keberangkatan, beberapa kali berhenti untuk menikmati objek wisata dan berbelanja serta menunaikan sholat magrib di Masjid HNW di Prambanan hingga sampai di kos pukul 19.30 WIB. Yah, perjalanan 12 jam yang menyenangkan bersama kawan sejawat, menghadiri walimah sahabat yang penuh dengan hikmah.

Barokallahulaka wabaroka ‘alayka wajama’a baynakuma fii khoiri untuk Yayan dan Pak Firman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s