Habibie dan Ainun

Siapa yang tak mengenal sepasang suami istri ini, orang yang hebat dan menjadi tokoh nasional di Republik ini. Sejak awal aku mengenal nama beliau, Pak Habibie, adalah sebagai seorang tokoh yang bergerak di bidang teknologi. Sedangkan istri beliau, Bu Ainun, adalah sebagai seorang dokter. Mengenal nama keduanya di ketika masih berusia kanak-kanak menjadikan beliau berdua sebagai contoh dan teladan, bahkan mencita-citakan tentang masa depan, sebagai seorang insinyur seperti Pak habibie (jadi inget lagunya Susan “cita-citaku”). Yah seperti itulah masa kanak-kanak. Menjelang dewasa, ketika sudah di hadapkan pada satu realita yang jauh dari angan-angan masa kanak-kanak, maka cita-cita itu berubah menyesuaikan keadaan yang ada.

Akan tetapi, walau cita-cita itu jauh dari kenyaataan yang ada, toh menggemari dan meneladai satu tokoh ini juga tak menjadi masalah dan bahkan menjadi satu semangat untuk berbuat hal yang sama walaupun di bidang yang berbeda. Setelah membaca kisah tentang Pak Habibie dan bu Ainun dalam buku yang ditulis oleh Pak Habibie sendiri menjadikan satu spirit yang luar biasa. Bukan hanya tentang bagaimana mengejar sebuah cita-cita, namun juga tentang bagaimana menjadi seorang yang bisa diteladani. Terus terang setelah membaca buku Habibie dan Ainun, menjadi tahu bagaimana seorang itu menjadi orang yang luar biasa. Dibalik kesuksesan seorang laki-laki, maka ada wanita yang mendukungnya. Dan ini dibuktikan langsung oleh Pak Habibie. Aku juga baru menyadari satu hal, bahwa kita sebagai sorang wanita memang harus menuntut ilmu yang setinggi-tingginya. Bukan untuk menjadi pesaing para kaum pria di dunia kerja, namun bisa menjadi partner pria untuk menjadikannya sukses.

Buku ini juga menjadi sebuah jawaban atas paradigma tentang kesetaraan gender, atau emansipasi wanita atau feminisme yang diartikan begitu dangkal. Yah, itulah bagaimana wanita atau istri seharusnya menjadi pusat seluruh energi dari sebuah rumah tangga yang kemudian akan menjadikan pria atau suami lebih maju dan sukses. Dan menurutku inilah yang namanya emansipasi, dimana wanita benar-benar menjadi poros dan pusat energi yang begitu mulia.

Selain itu hikmah yang dapat ku ambil dari buku ini adalah, bagaimana kita bisa berbuat untuk negeri ini. Negeri yang saat diuji dengan pemimpin-pemimpin yang sepertinya sudah tidak peduli lagi dengan rakyatnya, sehingga kita sebagai kaum muda yang akan menggantikan mereka yang telah nyaman di puncak sana, harus bekerja ekstra keras untuk mempertahankan idealisme dan cita-cita kita. Pasti akan ada jalan menuju puncak itu, hanya saja kita memang harus banyak berkorban. Korbankan apa saja yang kita punya, namun jangan mengorbankan idealisme kita untuk sesuatu yang hanya memberikan keuntungan sesaat bagi kita dan negara ini.

Terima kasih untuk Pak Habibie yang telah memberikan inspirasi melalui kisah bersama Bu Ainun. Semoga Allah Subhanahu wata’ala memberikan tempat terbaik untuk Bu Ainun yang telah terlebih dahulu Dia panggil dan juga rahmat serta keberkahan untuk Pak Habibie yang terus berjuang untuk negara ini.

Hal yang penting diingat, jangan menunggu apa yang di berikan negara ini untuk kita tapi berikanlah apapun yang kita punya untuk negara ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s