Kartian yukkk…

Kami ucapkan Assalamualaykum
Di setiap kali pertemuan
Jawablah Waalaykumsalam
Itulah ajaran agama Islam
Selamat datang kami ucapkan
Pada para penonton sekalian
Marilah mari kita bergembira
Bersama SMU 2 Magelang

Begitulah syair penyambutan orkes “Kobro Siswo” ala kelas 3IPA3 tahun 2004 saat Hari Kartini tiba. Yups, luar biasa sekolah kami memberikan apresiasi pada Hari Kartini dengan penuh semangat dan sambutan seluruh warga sekolah kami yang juga penuh antusias. Sekolah kami selalu mengadakan perhelatan besar ini dengan penuh keceriaan, seluruh warga sekolah diwajibkan memakai pakaian tradisional untuk menghormati hari besar kaum wanita Indonesia ini. Selain berpakaian ala-ala kondangan mantenan (karena pake kebaya untuk wanita dan beskap untuk pria) kegiatan yang paling ditunggu adalah lomba-lomba yang senantiasa meriah dinikmati oleh seluruh warga sekolah. Mulai dari lomba memasak (dengan tema yang berbeda di setiap tahunnya), adu ponco untuk kaum hawa, dan juga tarik tambang untuk perempuan juga. Dua lomba yang menjadi favorit dan menunjukkan prestise dari setiap kelas yaitu lomba Mas-Mbak SMA 2 Magelang serta menampilkan kesenian yaitu menyanyikan lagu wajib Ibu Kita Kartini dan pilihan lagu tradisional yang ditetapkan oleh panitia. Yah, suasana yang sangat meriah dan ramai. Setiap kelas beradu semua lomba untuk mendapatkan hadiah dan juga menujukkan prestisenya di depan kelas-kelas yang lain. Lomba ini juga tidak hanya berlaku bagi kami para siswa, tapi juga guru-guru kami tercinta. Biasanya lomba yang diselenggarakan oleh guru-guru kami yaitu lomba memakaikan dasi berpasangan antara guru putra dan putri, serta memakai kebaya (Jarik), atau juga mewiru jarik (melipat kecil-kecil untuk bagian depan jarik) dan aneka lomba yang lainnya.

Yah kemeriahan itu begitu membuat semangat dan merefresh dari segala kegiatan belajar mengajar yang mungkin sangat membosankan terutama bagi kami yang siap-siap mengahadapi Ujian Nasional.

Kemeriahan yang dihadirkan rupanya belum bisa dimaknai dengan sebenarnya. Yah, saat itu dan mungkin juga saat ini masih hanya diadakan hanya untuk ajang bergembira memakai kain kebaya, ataupun lomba-lomba yang menunjukkan eksistensi kaum hawa yang dinamakan emansipasi wanita. Tetapi secara kasat mata emansipasi ternyata banyak disalahartikan. Kebebasan wanita untuk melakukan hal-hal yang menyalahi kodrat bahkan justru menjerumuskan diri kepada hal-hal yang sangat dilarang.

Ingat sebuah ungkapan bahwa wanita adalah tiang negara, jika wanita kuat maka negara itu akan kuat. Jadi perlu banyak memahami kembali apa makna dari sebuah ungkapan ini. Tak hanya menunjukkan eksistensi di luar tetapi justru di dalam keluarga sendiri tak mampu mengendalikan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Seharusnya disinilah kita sebagai kaum hawa harus pandai memaknai ungkapan ini. Seorang wanita yang bertanggung jawab untuk mendidik anak dan juga menjaga ketentraman rumah tanggalah yang menjadi kuncinya, jadi kita perlu menimba banyak ilmu untuk bisa mengatur dan mengendalikan rumah tangga yang telah dan akan kita bina. Jika seorang wanita atau ibu berhasil mendidik anak-anaknya menjadi seorang yang kuat dan sukses dan mampu menjaga ketentraman rumah tangganya dengan baik, maka negara ini akan memiliki generasi yang kuat dan sukses dan rumah tangga negara ini menjadi tentram.

Semoga perhelatan Kartian saat ini benar-benar membawa para wanita Indonesia menjadi wanita yang hebat sehingga membawa negara ini menjadi lebih baik, aman, damai, adil dan sejahtera. Semangat Kartini…(^o^)!!

6 thoughts on “Kartian yukkk…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s