Ranah 3 Warna

Sudah lama pengen beli buku ini, lebih tepatnya baca. Akhirnya kesampaian juga walau hanya dengan meminjam. Tapi, pinjaman itu ekslusif karena buku itu baru dibeli dan belum dibaca oleh sang pemilik. Hahaha…senang sekali kan???
Ketika baca satu persatu penggalan ceritanya, kisah tentang Negeri 5 Menara kembali terukir. Hampir lupa, lebih tepatnya lupa betul (^^), siapa nama pemeran utama dalam novel ini. Hahaha… ingatan ini rupanya kacau juga. Selama kurang lebih satu tahun yang lalu, file-file tentang Negeri 5 Menara ini rupanya tertutup dengan file-file yang lain. Kembali mengingat-ingat pesan dan kesan di novel pertama, muncul kembali semangat yang menderu dari novel kedua…Yah Semangat…

Man Shabara Zhafira (siapa yang bersabar akan beruntung) yang mengikuti semangat Man Jadda Wa Jadda (siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses). Membuat hati kian girang sekaligus ngilu. Mengingat apa yang selama ini telah aku lakukan. Huh… melebihkan usaha dan bersabar dengan usaha yang dilakukan. Haaaa…rasanya ingin berteriak sekencang-kencangnya dan mengatakan bahwa aku terlalu naif dengan usahaku sekarang dan harus berubah.. B.. E.. R.. U.. B.. A.. H.. (seperti semangat para super hero pemberantas kejahatan). Haah.. (berteriak sekali lagi), aku ingin berubah benar-benar berubah. Tapi (yah tidak ada kata TAPI). Kesungguhan yang diusahakan yang diikuti kesabaran dalam langkah akan menjadikan diri kita semakin baik. semua akan menjadi seperti yang diinginkan. Tak akan tercapai satu tujuan, jika kita tidak melangkah kedepan. Harus ada langkah pertama. Harus.. Finally, aku tahu kesabaran itu harus mengikuti kesungguhan usaha maka ketentuan Tuhan (takdir) itu akan datang dengan atau tanpa kita sadari, dan kehendakNyalah yang menjadi sebuah takdir kepastian apakah sesuai atau tidak dengan apa yang kita harapakan.
Hah..
Cerita Ranah 3 Warna kembali membawaku bermimpi tentang sebuah masa depan. Yah, mimpi tentang indahnya luar negeri. Ah, keinginan yang mustahil tapi benar-benar menjadi kenyataan karena sebuah kesungguhan dengan diikuti kesabaran. Yah, luar negeri. Apakah benar-benar indah? Seperti dalam novel atau film-film, atau seperti apa? Kucoba bayangkan namun masih tetap belum jelas, yang pasti mimpi ini mengendap dalam kalbu dan semoga bisa terpenuhi dan menjadi nyata, layaknya novel-novel inspiratif lainnya.

Hah…
Namun tetap saja bumi pertiwi ini terlalu indah untuk dilupakan. Walau dengan segala macam ragam kekacauan. Semoga kita, para pemuda ini, benar-benar diberikan anugerah olehNya untuk bisa menjadikan bumi pertiwi menjadi tanah dan negara yang benar-benar Genah Ripah Loh Jinawi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s