Antara Hati dan Otak, Antara Perasaan dan Logika # 2

5 Agustus 2011
Sms sore menjelang buka yang membuatku terkejut, aneh sekaligus bingung, begini bunyinya “mbak aku mau cerita :(”. Hmmm tiba-tiba dapet sms ini lalu ku balas,”iya mau cerita apa?”. Lalu saat menjelang sholat tarawih balasan sms datang, yang benar-benar diluar dugaanku, aku tak menyangka “menjelang akhir kuliah ini, aku putus dengan cowokku, aku sedih banget…”…heh??? Akupun jadi bingung jadi gak konsen sholat, jadi kepikiran, kepikiran mau jawab apa???? He… secara aku gak pernah punya pengalaman seperti ini. Haduh, ternyata disamping kanan kiriku masih ada kejadian seperti ini. Hmmm karena bingung mau jawab apa, maka lebih baik aku teruskan saja dan kembali konsentrasi dengan sholat tarawihku.

Usai sholat tarawih dan dilanjutkan dengan makan malam, baru aku membalas apa yang tadi dia sampaikan kepadaku, intinya aku hanya bilang sabar dan Allah pasti akan memberikan yang terbaik untukmu, apa yang kita sangka baik belum tentu menurut Allah dan yang kita sangka buruk mungkin sebaliknya menurut Allah. Yah, nasihat standar karena aku juga bingung mau bilang apalagi.
Rupanya nasihat ini tak mempan, hah, sedih sekali rasanya, karena dia membalas dengan lebih dramatis “kadang mb rasa-rasanya aku pengen pergi dari rumah.. pengen melupakan tapi gak iso-iso, njuk adanya nangis terus karena keinget-inget.. sedih banget mb aku…”. Nah lho, jadi bingung lagi ini, mau jawab kayak mana??? Yah akupun hanya bisa membalas dengan nada yang serupa dari yang sebelunmya, memberikan semangat dan meyakinkan bahwa Allah pasti akan memberikan yang lebih baik dari sebelumnya, mengikhlaskan semuanya dan dia pasti bisa melupakannya.

Pagi-pagi, tiba-tiba sms curhatnya datang lagi, kupikir smsku tadi malam sudah bisa membuat dia lega, tapi rupanya malah semakin panas mari simak sms pagi ini.
Y : “Sebenarnya akhir-akhir ini kita dah baik mb, ya sering tanya kabar. Cuma karena sekarang dia udah punya bisnis terkesan dia sekarang sombong mb, dari omongannya aja keliatan..udah beda dari yang dulu. Aku harus gimana mb??? Aku bingung kadang masih pengen sms, kadang mau sms ntar balesane apa malah sakit hati.
“Aku belum bisa megikhlaskan mb, yang ada dipikianku cuma menunggu dan menunggu dia. Kadang untuk berdoa meminta yang lebih baik aja aku belum bisa doaku masih…Ya Allah hati A*** denganku, ijinkanlah kami berjodoh dan pertemukan kami dengan jalan indahMu… aku selalu doa itu mb. Gak salah kan???
“Aku yakin kok mb, Allah mendengarkan doa aku. Hanya saja untuk mengabulkan atau mewujudkannya aku juga harus berubah dulu jadi yang lebih baik. Semoga Allah tau mb niat baikku amin…”
E : “ Ya.. Allah pasti mendengar doa-doa kita. Ya kalau melupakan emang kudu pelan-pelan, minta petunjuk ma Allah kalo emang dia yang terbaik maka tunjukkan, kalau bukan dia, berikan yang lebih baik. Positif thinking. Mumpung lagi bulan Ramadhan ini bisa jadi kesempatan buatmu untuk banyak berbenah menjadi lebih baik.
“Emang putusnya kenapa?” (jelas ini perlu aku tanyakan biar gak salah mendeteksi penyakitnya…he..jadi kayak investigator atau dokter?)
Y : “Susah meh melupakan mb. Pengen kadang mencari sesosok yang lebih baik, tapi ra nemu-nemu😦, tapi ya karena aku masih seneng sama yang kemarin mb. Aku pikir kan kita udah dewasa, ternyata dia kelihatan le ijih kekanak-kanakan mbak..
Putusnya 3 bulan yang lalu…”(nah ini gara2 tanya pake singkatan kenapa=knp jawabnya 3 bulan dikirain kapan kali ya, padahal kalo singkatan kapan=kpn, ckckck.. tapi paling tidak aku tidak perlu bertanya kapan dia putus he…, lanjut…)
E : “Emang putusnya karena apa?” (yah dengan pertanyaan seperti ini mungkin lebih jelas daripada yang tadi aku bertanya dengan singkatan knp, kenapa bukan kapan).
Y : “Gak tahu mb, gak jelas gitu. Tapi pernah aku ketemu dia buat ngomong baik-baik, tapi kata dia, dia udah gak punya perasaan apa-apa sama aku, udah biasa peraasaannya. Aneh kan mb, masak cuma beberapa hari aja semua beda.”
E : “Oh..lha kalian jadiannya dah berapa lama?”
Y : “2,5 tahun mbak..”
E : “Wah dah lama, tapi sebelumnya baik-baik apa atau ada masalah? Dia masih kuliah atau dah kerja?”
Y : “Kuliah mbak, peternakan angkatan 200X juga. Sebelume cuma dia sibuk aja, njuk mau ketemu aja susah. Terus gimana ceritanya jadi gak jelas gitu. Aku sih yang salah sering marah. Tapi aku gak tahu kalau ternyata aslinya dia gak sabar dan arogan mb. Dia sekarang sombong, mentang-mentang punya bisnis njuk sok meremehkan gitu. Aku gak tahu kenapa dia bisa berubah kayak gitu”
E : “Oh.. ya udah gak papa. Apalagi anaknya kayak gitu, pasti bisa dapet yang lebih baik. Yang bisa mengerti dan bisa membimbingmu. Pasti bisa. Kalau ada rasa pengen sms coba kamu tahan, nanti lama-lama kan terbiasa untuk bisa lupain dia..”
Y : “Ya apa mungkin jalannya kayak gini. Apa ini ujiannya aku harus lebih sabar atau gimana, aku kadang gak bisa mengerti mb.
Iya ya mb, dia sih baik cuma ternyata kurang sabar, tapi kadang aku kalau gak sms takut sms orang lain…”
E : “Maksudnya dia udah punya cewek lain gitu?”
Y : “Kalau itu belum mb. Cuma aku kan gak tahu sekarang dia itu gimana, barang kali aja. Aku belum ikhlas. Sementara, aku masih menjaga hati”
E : “Yah, kalau sekarang mau nunggu belum tentu dia masih bisa terima kamu lagi. Alangkah lebih baik kamu melangkah menatap kedepan, berbuat yang positif, orientasi yang lebih baik. Tunjukkan sama dia kalau kamu bisa lebih baik dengan apa yang kamu lakukan sekarang.”
Y : ”Ya, kalau sampe dia punya pacarapun berarti dia kebangetan mb. Kemarin gara-gara itu aja aku sakit bermingu-minggu, kuliah amburadul…”
E : “ Ya sudah sekarang yang perlu dilakukan adalah mengevaluasi diri, dimana yang kurang pada dirimu. Lalu buat target-target baru kedapan yang lebih baik. Banyak-banyak beristigfar, mungkin Allah sedang ingin mengujimu dan menunjukkan padamu bahwa dia buka orang yang terbaik untukmu. Dan pasti ada jalan yang lebih baik untuk kamu lalui.
“Kesampingkan perasaanmu sekarang ini. Coba untuk berpikir bahwa tanpa dia kamu baik-baik saja, justru saat ini kamu harus menunjukkan seperti apa dirimu dan kau harus kuat. Jangan sampai dianggap lemah sebagai wanita. Semangat…”
Y : “Iya mb, aku maunya juga gitu, tapi kadang kalo keinget-inget tu bikin sedih e mb…”
E : “Ya jangan diingat-ingat lagi… kalau lagi inget kenangan-kenangan dulu, coba buat sesuatu yang positif. Misal nulis atau apa saja, karena dengan itu emosi kita akan lebih terkendali.”
Y : “Kalo memang dia akhirnya kayak gini, aku nyesel wae. Kenapa dulu harus pacar-pacaran. Padahal dulu ditanya bapakku katanya ida serius gak main-main. Tapi omongannya itu tidak bisa dipertanggungjawabkan.”
E : “Hmm, nah berarti ini bisa jadi pelajaran buatmu kalau pacara itu malah buat tidak nyaman, terkadang buat sakit hati juga kalau akhirnya seperti ini.
“Karena secara psikologis cowok emang seperti itu, belum tentu bisa mempertanggungjwabkan apa yang sudah dijanjikan, apalagi kalau cuma ngajak pacaran. Belum tentu juga orang yang sudah serius nantinya benar-benar nikah. Nah, apalagi dia masih kuliah dan mulai bisnis, biasanya anak cowok lebih konsentrasi dengan sesuatu yang baru…”
Huah.. panjang juga ternyata kalau ditulis kayak begini. Banyak pelajaran dan hikmah dari apa yang terjadi pagi ini. Yang jelas buatku sendiri aku hanya bisa mohon ampun kepada Allah, ternyata selama ini aku terlalu sibuk dengan urusanku sendiri aku lupa dengan hal-hal kecil disekitarku, termasuk masalah adikku yang satu ini. Semoga apa yang sedang terjadi dengan adikku ini bisa dijadikan pelajaran, agar kedepan lebih baik. Dan ternyata perasaan lebih mendominasi untuk masalah seperti ini sementara fakta-fakta yang logispun terpinggirkan dengan sendirinya. Walau tak berpengalaman dengan masalah putus cinta, paling tidak sering mendengar kisah-kisah kawan yang putus cinta yang bahkan sampai sudah pada tahap menjelang pernikahan. Hmm…krik krik krik…

NB :
Y : inisial adikku
E : it’s me…

12 thoughts on “Antara Hati dan Otak, Antara Perasaan dan Logika # 2

  1. mlm” udh mt lmpu,gax dha tmen,tmbah dputusin pcar,
    hri hujan,mta pun uga ikut hjan,,,,,
    skit bgt hti ni,,,,,,,!!!!! rsanya aq dah ptus asa , gax mau lgy hdup ddnia ny,,,, crita mha tmn, gax ddngari, eh mlh dia nylahin aq,,,

  2. klw nanya bole ngak? aq punya cewe yg ngebet banget ne ma aq,tp dari pribadi aq sendiri aq ngak pernah ada rasa suka,rasa sayang,ku coba untuk sholat hajat mohon petunjuk beberapa x tp tetep aja perasaan cinta sayang tu ngak ada,yg aneh nya aq tu kenal cewe tp lom begitu tahu ama dia ehhh….tp ne hati jd ngak karuan terkadang aq sendiri merasa heran ne perasaan ngak karu karuan datang nya dari rasa cinta yg suci karena allah apa dari bisikan syetan?emang seh blomm ketemuan,tp rindu nya sperti puluhan tahun ngak jumpa.yg aneh nya lg kog malah takut kehilangan dia? kira2 ne temen tahu ngak apa yg terjadi ma aq?

    • Salam kenal Eko Juswanto, boleh ya aku kasih pendapat (bukan jawaban yang benar atau salah). Menurutku, temenmu gak bakal tahu apa yang terjadi ma kamu, karena kamu gak kasih tahu dia (begitu logikanya) he… tapi gini, perasaan yang kita namakan “cinta” belum tentu itu cinta yang sebenarnya Allah berikan kepada kita, bisa saja itu bisikan-bisikan syetan. Bisikan syetan emang sangat halus, terkadang kita menganggap bahwa itu adalah sebuah “kebenaran” padahal itu adalah hal yang salah yang belum tentu Allah takdirkan untuk kita. Oleh karena itu perlu banyak menimba ilmu tentang apa sih sebenranya “cinta” itu. Boleh baca artikel ini https://erlidwievani.wordpress.com/2011/11/14/sebenarnya-cinta-antara-cinta-dan-kegalauan/. Semoga ini juga bisa sedikit membantu. Terima kasih, selamat menimba ilmu…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s