Senja Bersama Kana Lima

16 Juli 2011
Sore yang menggungah selera, bersama 8 orang lainnya perjalanan menuju selatan kota Yogyakarta ditempuh dengan penuh kegembiraan. Dengan berbekal makanan khas anak kos nasi+omelet mie buatan Kiki kami bersembilan menikmati senja di ujung selatan Yogyakarta tepatnya di Pantai Depok. Yah, kami memilih perjalanan sore dan menikmati senja di pantai ini. Perjalanan yang cukup menegangkan karena terjadi insiden yang luar biasa memberikan hikmah dan pelajaran ketika kita bepergian keluar kota. Insiden itu adalah terkena razia polisi. Ckckck… yah, salah satu kawanku ternyata tidak mempunyai SIM dan juga STNK motor yang dipinjam dari kawannya ternyata tidak dibawa. Yah, nasib nasib.. alamat denda… yah memang begitu bukan??? Itulah resiko yang harus kita hadapi ketika kita berkendara syarat yang utama dalam berkendara bukan hanya adanya kendaraan dan helmnya saja, tapi juga SIM dan STNK, sebagai bukti fisik yang tak boleh dilanggar. Jadi bagi yang sedang berkendara ataupun akan melakukan perjalanan maka hal-hal yang harus dipersiapakan adalah kondisi kendaraan aman dan layak jalan dan juga surat-surat seperti SIM dan STNK, dengan begitu jika ada razia oleh bapak-bapak polisi yang terhormat (bukankah polisi sering hormat-hormat gitu ya???) gak bakal kena tilang. Jadi harus benar-benar dipersiapkan.

Insiden yang memang tak pernah diduga sebelumnya, tetap membuat kami bersembilan menyambut liburan sore ini dengan senang dan gembira. Sesampainya di pantai kami bersenang-senang, berlarian, kejar-kejaran dengan ombak dan yang pasti narsis bersama dengan berfoto-foto ria. Satu lagi yang menyenangkan makan bersama dari bekal yang telah kami persiapkan dari kos.
Kami benar-benar piknik. Piknik kali ini mungkin agak sedikit ribet bagi aku dan yang lain, karena lokasi yang kami singgahi adalah pantai. Bukan hanya akan menikmati indahnya ombak dan laut, namun juga akan menikmati angin laut yang terus berhembus tiada henti, hingga kami yang berjilbab ribet dengan jilbab kami masing-masing. Tapi beruntung ada penyelamat yaitu jaket, maka dengan jaket ini kami bisa menyelamatkan jilbab-jilbab kami yang berkelebetan kemana-mana, dan bisa saja tersibakkan oleh angin. Nah ini jadi satu tips lagi bagi mbak-mbak, ibu-ibu, dan akhwat-akhwat sekalian yang berniat ke pantai pakailah jilbab yang nyaman untuk kita pakai, jangan yang ribet kalau bisa seperti jilbab langsung yang berbahan kaos. Pasti akan nyaman jika dipakai bepergian atau berlibur ke pantai yang panas dan berangin kencang. Selain itu pakailah jaket, dengan jaket bisa melindungi kita dari angin nakal yang menerbangakan jilbab kita kemana-mana, bisa-bisa jilbab terlepas karena saking kenceng anginnya. Dijamin gak kepanasan soalnya kan anginnya kenceng jadi udaranya dingin (he… bener gak ni analisisnya). Yah itu sedikit tips bagi para wanita berjilbab yang akan bepergian atau berlibur ke pantai agar tetap nyaman, senang tapi tetap bisa menjaga syari dalam berpakaian.

Setelah puas berlarian, berkejaran, main-main dengan air, berbasah-basahan berteriak-teriak lepas dan berfoto-foto sembari menikmati tenggelamnya matahari di ujung barat kami mengakhiri dengan sholat magrib di masjid sebelum kami pulang kembali ke kos kami tercinta. Pada saat akan sholat magrib, ternyata salah satu kawan yaitu Hani tidak membawa kaos kaki cadangan padahal kaos kaki sudah basah dan kotor saat bermain di pantai, hmmm aku sendiri sedari awal sudah prepare membawa kaos kaki cadangan karena pasti akan berbasah-basahan dan pasti juga kotor terkena pasir. Nah satu lagi tips khususnya bagi mbak-mbak yang menutup aurotnya sampai kaki (maksudnya pakai kaos kaki), maka jika berlibur ke pantai jangan lupa untuk membawa cadangan kaos kaki, selain untuk melindungi kita dari basahnya kaos kaki kita, juga akan lebih nyaman dan kering dengan kaos kaki yang kita bersih. Nah selain kaos kaki bisa juga membawa rok atau celana panjang dalaman cadangan, misalnya jika kita akan sholat maka kita akan merasa nyaman dengan pakaian yang bersih bukan???
Oh ya satu lagi yang penting jangan lupa bawa alat sholat, karena belum tentu masjid yang kita singgahi untuk sholat ada mukena yang bersih. Kalau punya sendiri kan lebih nyaman dan lebih bersih dan kita juga akan lebih khusyuk ketika beribadah.
Yah, sedikit berbagi cerita dan tips bagi teman-teman yang akan melakukan perjalanan atau liburan ke pantai. Selamat berlibur dan selamat menikmati keindahan yang Allah berikan kepada kita. Subhanallah Allahuakbar

NB :
Liburan ini spesial buat Hani dan Rina, ini kado terindah untuk milad mereka tanggal 17 Juli he…
Lagi pengen banget ke pantai eh, alhamdulillah ada yang ngajakin… aku senang bersama kalian… i love you all

Spesial untuk gadis-gadis kana lima (Kiki, Hani, Evi, Rina, Wulan, Ludi, Anis, Nita dan juga Rahma yang tidak bisa ikut, mungkin lain kali bisa lengkap bersepuluh Oke…).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s