Antara Hati dan Otak, Antara Perasaan dan Logika #3

Gak nyangka nih judul sampe seri yang ketiga jadi kayak sinetron aja. Hmm ceritanya memang lanjutan dari seri yang pertama. Yah masih dari subjek yang sama, yaitu kawanku yang ada di ujung kulon sana. Ternyata eh ternyata prasangka yang selama ini kami diskusikan benar adanya, aku baru saja mendapat kabar bahwa sang pria itu telah mengungkapkannya dengan tegas untuk menikahinya. Aku pikir ini akan berjalan dengan baik, itu artinya tinggal selangkah lagi kabar gembira akan aku dengar. Namun prasangka baikku tak sepenuhnya benar, justru kawanku menolak dengan alasan belum siap. Hahaha…terus terang saat mendengarnya (lebih tepatnya membaca smsnya, aku tertawa terpingkal-pingkal). Why??? Mengapa??? Mengapa menolaknya??? Sungguh diluar dugaan dan pikiranku. Ketika awal-awal kami mendiskusikan hal ini aku meyakinkan dia untuk lebih serius menyikapinya sehingga tidak ada fitnah yang timbul dan penyakit hati yang lebih parah nantinya, tapi apa mau dikata dengan tegas pula dia menyatakan belum siap (penonton kecewa…).

Yah begitulah wanita, pengennya ditembak langsung eh pas sampai ditempatnya malah menolaknya. Jelas menurutku ini sulit untuk diterima akal, jadi lagi-lagi perasaan itu lebih mendominasi. Kasihan sang pria, harapannya musnah sudah. Yah, memang kawanku mengutarakan beberapa pertimbangan yang mungkin memang sulit untuk bisa diputuskan. Dia juga mengatakan setelah “ditembak” dia mengalami panas dingin tak karuan hingga menangis tersedu sedan (emang gitu yah??). Apakah itu perasaan cinta atau apa??? Yah, lagi-lagi perasaan memang mendominasi untuk masalah hal ini. Namun aku percaya bahwa kawanku dan juga keluarganya mempunyai pertimbangan tersendiri untuk masalah ini. Hanya saja pertanyaannku, bagaimana nanti apakah hati ini bisa terus bergejolak setelah memutuskan hal ini atau akan kembali normal seperti biasa??? Aku hanya bisa mendoakan dan sedikit memberi masukan agar tetap menjaga hati tidak mudah terpengaruh rayuan setan, dan virus-virus yang terus dikembangbiakkan oleh setan. Semoga Allah selalu melindungimu kawan, dan Allah senantiasa menunjukkan jalan terbaik untukmu.

One thought on “Antara Hati dan Otak, Antara Perasaan dan Logika #3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s