Lucky day

Sekian lama tak jumpa, lebih tepatnya sekian lama tidak memposting tulisan di blog ini, rasanya berat sekali. Memang untuk mengawali sesuatu yang sudah lama terhenti agak sulit. Macam-macam saja alasannya, yang terlalu sibuk dengan acara-acara keluarga, ngejar-ngejar dosen, dan yang paling penting lagi gak ada ide buat nulis sesuatu yang itu bisa di share ke banyak orang. Tapi kali ini sepertinya semua sudah usai. Akhirnya aku kembali bisa menulis apa yang ada diotakku dan ada dihatiku.

Tiba-tiba saja sudah di bulan November, ternyata satu bulan Oktober kulewatkan, tapi tak mengapa. Yah bulan ini sungguh istimewa rupanya, pun demikian untukku. Dulu, yah tidak dulu dulu sekali beberapa waktu yang lalu aku masih sangat sensitif dengan bulan ini. Karena yah.. sesuatu gitu. Tapi saat ini aku menyadari satu hal justru di bulan inilah aku banyak mendapatkan sesuatu dari awal tanggal hingga di hari-hari terakhir, namun semua itu kupungkiri hanya karena satu alasan. Tapi tak perlu disebutkan alasan apa itu. Yang jelas saat ini aku merasa November memang istimewa, maka bolehlah aku menyebut November Ceria. He… oke mari kita simak hari istimewa di bulan ini yang ternyata sedang ramai di bicarakan orang pula, dan aku terkena imbasnya. Lets cekidot…

***********

Hari ini tepat tanggal yang unik 11 November 2011 atau lebih kerennya ditulis 111111. Memang unik sekali sehingga banyak peristiwa atau momen yang sengaja direncanakan pada tanggal ini. Contohnya acara nikahan (pada tanggal ini aku sudah dapat 2 undangan nikahan, hmm.. L) dan juga acara pembukaan Sea Games di Palembang (walau gak nonton tapi paling gak ngerti dikit lah.. J) atau mungkin juga ada yang sengaja atau tidak melahirkan si jabang bayi (yah selamat aja deh buat bayi-bayi yang lahir di tanggal cantik bin unik ini). Pun juga demikian denganku, bisa dikatakan ini adalah hari keberuntunganku dan tepat di tanggal ini. Sebenarnya semua mengalir begitu saja, awalnya tak pernah kupikirkan apa yang akan terjadi di hari ini, yang jelas di hari sebelumnya dan juga pagi hari ini aku merasa sedikit kesal karena tidak ada balasan sms yang sangat penting untukku. Oleh karena itu pagi-pagi ini aku meniatkan diri untuk terus mengejar dan kalaupun tidak ada akan aku tunggu sampai bertemu dengannya.

Pagi ini aku berjalan seperti biasa dari kos menuju kampus, dan tempat yang kutuju adalah ruangan dekanat, karena disitulah dosenku berkantor. Sesaat setelah sampai, kulihat begitu ramai ruang resepsionis, ada beberapa dosen dan karyawan yang sedang mengobrol. Kulangkahkan kaki kekerumunan itu. Saat hendak bertanya apakah dosenku ada, aku mengurungkan niat itu lalu aku menengok kebelakang (entah kenapa tiba-tiba saja aku ingin menengok kebelakang) dan betapa terkejutnya aku ternyata dosenku ada di belakang, yang ternyata juga sedang mengobrol dengan dosen dan karyawan yang lain. Sampai-sampai kami berdua sama-sama terkejut. Senyum mengembang dari beliau dan mengatakan “ya bentar tak ngambil minum dulu”. Yah ku tunggu sebentar beliau yang sedang mengambil air minum, sesaat kemudian aku dipanggi untuk masuk ke dalam ruangan beliau. Bimbinganpun dimulai, setelah beberapa mengoreksi dan mencoba menghubungi dosen pembimbing utamaku, yang ternyata masih dijalan, akhirnya beliau memberi sedikit catatan yang harus diperbaiki. Akan tetapi akhirnya beliau membubuhkan tanda tangannya, dan disamping tertulis tanggal 11-11-11. Beberapa saat akupun keluar dari ruangan beliau sesampainya dimuka pintu ternyata dosen pembimbing utamaku juga akan masuk ke ruangan beliau, dan ya sudah sekalian minta tanda tangan beliau. Hmm… baru saat itu dosen pembimbing pendampingku berkata “wah ini hari keberuntunganmu ngepas banget tanggal 11-11-11”. Saat itu baru kusadari, betapa aku sangat beruntung. Kuucapkan terima kasih kepada keduanya, lalu aku bergegas mempersiapkan beberapa berkas administrasi yang lain.

Setelah mengetik dengan mesin ketik manual dan ada sedikit beberapa kesalahan (maklum kalau pakai mesin ketik manual tidak bisa di hapus, jadi terpaksa mesti di tipe-ex) aku berusaha untuk mencari tanda tangan lagi. Alhamdulillah ternyata bertemu kembali dengan kedua dosenku didepan tangga yang sepertinya akan bepergian entah kemana. Kemudian dengan baik hatinya beliau berdua membubuhkan tanda tangannya. Akhirnya satu urusan dengan kedua dosenku berakhir, tapi masih belum selesai semuanya, masih harus mencari tiga tanda tangan dosen yang lain yaitu wadek akademik, kepala labratorium dan kepala bagian. Hmm bisa dipastikan akan butuh waktu paling tidak dua atau tiga hari kedepan (itu artinya minggu depan).

Dengan langkah gontai dan perut lapar tapi tiba-tiba saja nafsu makan menghilang, kulangkahkan kaki menuju kantin untuk mengisi perut yang kosong, kalau tidak diisi bakalan menyanyi-nyanyi terus. Sambil menunggu waktu pukul 11 siang atau sebelum jumatan, karena bisa dipastikan pada jam itu bapak wadek akademik ada kantor. Seusai makan pagi plus siang, kulangkahkan kaki dengan semangat menuju ruang dekanat. Setelah sampai di depan resepsionis dan bertanya apakah bapak wadek akademik ada atau tidak, dan ternyata ibu resepsionis mengatakan “ada”. Ku segera melangkah ke ruangan beliau, mengetuk pintu lalu masuk, kemudian menyampaikan maksud kedatanganku, dan akhirnya beliau menandatangani beberapa berkas. Tapi ternyata beliau cukup jeli dan awas, terjadi kesalahan. Ah…. hal ini kejadian lagi. Untuk kedua kalinya aku melakukan kesalahan yang sama. Akhirnya beliaupun minta untuk memperbaikinya dulu, dan akupun keluar dengan senyum yang tidak jelas. Akupun pulang ke kos dan memperbaiki kesalahan itu yah memang harus diakali karena kalu tidak bakal nggak selesai urusan hari ini. Karena sudah pas jam 12 maka aku lanjutkan usai sholat jumat, semoga saja beliau masih di tempat, karena kalau tidak baru bisa kuselesaikan minggu depan. Setelah usai sholat dhuhur dan menyelesaikan kesalahan itu, kembali kakiku kulangkahkan menuju kampus sedikit berlari karena sudah lebih dari pukul satu, khawatir beliau tidak ada diruangan dekanat. Sesampainya di depan pintu ruangan beliau kuintip melalui kaca pintu ternyata beliau ada di ruangan dan di dalam ruangan rupanya ada mahasiswa pasca sarjana yang sepertinya juga sedang meminta tanda tangan. Sesaat aku menunggu, keluarlah kedua mahasiswa itu, dan keduanya aku kenal satu kakak angkatanku dan satu lagi adik angkatanku. Saat aku bilang mau ketemu pak adi (wadek akademik), temanku itu mengatakan “mbak cepetan, beliau sudah mau pergi”. Huah.. sedikit berlari menuju ruangan beliau, dan beliau sudah mempersilahakan masuk. Kemudian akhirnya beliau mau membubuhkan tanda tangannya. Huh…. legaaaa….. sekali………. Tapi kawan perjuangan belum berakhir samapi disini. Masih ada dua dosen lagi yang harus mengevaluasi hasil karyaku ini.

Kulangkahkan kaki menuju lantai tiga gedung utara, sebenarnya hanya ingin menanyakan adakah pengganti kepala laboratorium yang saat ini tengah berada di luar negeri. Sesampainya di lantai tiga dengan terengah-engah, ku lihat di ruang asisten ada seorang adik angkatan yang juga asisten, saat kutanyakan itu dia bilang “kayaknya semuanya langsung diambil alih sama kepala bagian, bu Sudi (kepala bagian) ada kok mbak”. Dengan semangat aku menemui beliau, sesampainya di ruangan beliau dan menyampaikan maksud kedatanganku sembari bertanya ini itu perihal tentang evaluasi, ternyata beliau meminta untuk meninggalkan semua berkas. Saat sedang kupersiapkan semua berkas itu, lalu beliau berkata “mbak keburu gak? Kalau keburu saya tanda tangani saja, siapa dosen pembimbingnya?” saat ku jawab “Pak Trisakti dan Bu Suci”, beliau bilang “ya sudah saya tanda tangani saja, saya percaya dengan beliau berdua, ni saya keburu mau rapat”. Hah… sedikit kaget, karena kupikir akan ditinggal semua berkas itu untuk dikoreksi, tapi rupanya…hmmm… Aku bingung tapi ya sudah tak mengapa, dan akhirnya beliau sedikit bertanya ini itu mengenai karyaku ini. Dan dua tanda tangan terbubuh di berkas-berkas itu. Huh… alhamdulillah. Akhirnya finish juga….

Tapi kawan sekali lagi tapi, ini baru tahap pertama, masih banyak yang harus kujalani setelah ini. Setelah kuberlari kesana kemari waktu telah menunjukkan pukul 14.00 apakah semua berkas ini bisa terkumpul di bagian pendidikan hari ini juga? Kuniatkan untuk bisa menyelesaikan semua hari ini, sehingga minggu depan bisa menjalankan semua rencanaku dengan baik dan lancar. Ku bergegas untuk memfotokopi semua berkas, saat sampai di tempat fotokopi depan kampus, ternyata tutup. Wola… akhirnya aku berjalan ke ujung timur untuk mengkopi semua berkas-berkas itu. Sesampainya di tempat fotokopi, aku meninggalkan berkas-berkas itu untuk mengambil beberapa berkas yang tertinggal di kos. Setelah sampai di kos beberapa berkas kusiapakan. Hari ini yang begitu terik dan juga aku mempunyai cucian yang dijemur, kupikir semua pasti sudah kering. Dan akupun mengangkat semua jemuran, alhamdulillah keringlah sudah pakaian-pakaian ini. Setelah usai membereskan semua pakaian, pukul 14.30 aku kembali ke tempat fotokopi untuk mengambil berkas-berkas. Hmm setelah semua selesai, aku melanjutkan menuju kampus (sehari bisa tiga kali ke kampus, kayak minum obat aja). Menuju ruang dekanat kembali untuk memintakan cap fakultas. Setelah sampai di ruang dekanat dan memintakan cap, aku menuju bagian akademik waktu sudah menunjukkan pukul 14.45 itu artinya 15 menit lagi kantor tutup. Sesampainya di sana, ternyata berkasku tidak diterima karena masih kurang satu yaitu ‘stopmap” astaga…hah… Lelah nian kaki melangkah, tapi aku masih terus berlali untuk mengejar waktu 15 menit tersisa. Berniat ke koperasi sebelah masjid, namun rupanya sudah tutup kawa. Huah… ku tengok jam di hapeku, sudah menunjukkan waktu 14.55. Ini tidak akan cukup jika harus membeli di luar kampus dan kembali lagi ke kampus pada pukul 15.00, otomatis kantor sudah tutup. Akhirnya perjuangan ini kuselesaikan sampai di sini saja, minggu depan hari senin, barulah dilanjutkan, semoga Allah SWT meringankan semuanya.

Yah, perjalanan panjang yang cukup melelahkan, bolak balik kos kampus tiga kali membuatku lapar. Dan kuputuskan untuk menikmati semangkuk bakso di EMHA (warung bakso depan fakultas) yah kulangkahkan kaki menyeberang jalan dan juga selokan. Sesampainya di warung itu aku memesan bakso komplit tanpa vetsin dan segelas es teh. Rasanya akan sangat menyegarkan. Setelah bakso terhidangkan di atas meja, ku memasukkan kecap dan sambal, hmmm nikmat bener nih, (dah lama pengen banget makan bakso EMHA tapi gak sempet-sempet).  Sembari ngetweet dan juga menikmasti hidangan favorit ini, tiba-tiba dari arah belakang ada yang menyapaku, begitu terkagetnya aku ternyata yang menyapaku adalah sahabatku Halimah, yang juga adik angkatanku di fakultas yang sekarang aktif wira-wiri kesana-kemasri dengan berjuta kegiatannya (bingung mau menggambarkan seseorang yang super duper sibuk). Tak kusangka dan tak dinyana bertemu di sini. Sudah lama kami tak bersua, kapan ya terakhir ketemu??? Hah lupa… karena sudah lama sekali tak bersua. Seperti biasa berbincang kesan kemari menanyakan kesibukan dan sebagai macamnya, tanya kabar si ini si itu seperti biasa kalau kami bertemu. Hmm takdir Allah itu sangat mengejutkan dan tak pernah akan kita tahu. Mungkin yang direncanakana ternyata tidak terlaksana atau sesuatu yang tidak pernah kita rencanakan ternyata terjadi. Yah begitulah yang namanya jodoh (weit jangan pikir yang macem-macem yah…).

Huah.. ternyata sudah panjang sekali tulisan ini, saking serunya dan saking lamanya tidak curhat lewat blog. Yah semoga bisa menjadi pelajaran buat kita semua. Bahwa apa yang di kehendaki Allah itu pasti akan terjadi, sedangkan rencana kita mungkin saja tidak terjadi karena Allah tidak menghendakinya. Sepantasnyalah kita bersyukur dengan apa yang Dia berikan kepada kita. Apa saja, entah itu nikmat yang menyenangkan atau nikmat yang tidak menyenagkan, karena Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan. Itulah takdir….

Thanks to :

Allah subhanawata’ala, sungguh aku malu atas apa yang Kau beri padaku hari ini. Sungguh dari kemarin aku berburuk sangka bahkan lalai dengan apa yang Kau perintahkan. Masih pantaskah aku menerima nikmat ini?? Wahai Engkau pemberi nikmat, aku tidak tahu bagaimana cara berterima kasih yang pantas padaMu, karena aku manusia yang lemah yang tak sanggup melakukan apapun tanpa campur tanganMu. Semua itu adalah kehendakMu, segala puji hanya bagiMu… alhamdulillah

Pak Trisakti dan Bu Suci selaku pembimbing utama dan pendamping yang senantiasa sabar menanti kedatanganku, semoga masih bisa bersabar sampai akhir nanti. Masih panjang perjalanan ini, semoga aku kuat….

Pak Adiarto selaku Wakil Dekan Akademik yang senantiasa teliti, dan ini sungguh menjadi pelajaran amat sangat bermakna bahwa apapun itu mesti harus teliti dan diulang-ulang sampai benar-benar BENAR.

Ibu Sudi selaku kepala bagian Sosial Ekonomi yang sudah bermurah hati dan begitu percaya, hmm… semoga dimudahkan segala urusan ibu.

Halimah sebagai sahabatku dan gendukku yang paling suuuiiibuuk, makasih sudah mentraktirku, hihihi… semoga amalan hari ini diterima Allah dan juga dimudahkan dalam segala urusan.

Untuk diriku sendiri yang masih begitu jauh dariNya. Apalagi yang kau cari??? Dialah pemberi apa yang kau butuhkan dan kau inginkan. Akhiri semuanya dengan baik dan yakinlah Allah akan menolongmu, tapi ingat Allah akan mengingatmu jika kamu selalu ingat padaNya. Semoga hari ini bisa menjadi penyemangat hari-hari berikutnya, dan percayalah bahwa setaip hari adalah hari keberuntunganmu… Semangat!!!!!

Memori 111111

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s