Sang Penandai

Huah tiba-tiba dah masuk 2012, ternyata melewatkan bulan terakhir di tahun 2011 tanpa postingan di blog ini. Biasalah sok sibuk, gak sibuk beneran, lebih tepatnya sedang mengalami masa-masa kegelisahan dan kegundahan tiada akhir (lebay dikit lah..). Untuk mengawali tahun ini, aku mencoba kembali menuliskan sesuatu yang “gue banget”, untuk mengobati kegelisahan dan kegundahan atau istilah kerennya “kegalauan” yang kayaknya sedang melanda hati ini. Tapi ini “galau” bukan yang selama ini jadi “kegalauan” banyak orang. Biasalah galaunya mahasiswa tingkat akhir (huh….). Sekarang hanya bisa berusaha dan berdoa semoga Allah senantiasa menguatkanku dan memberi petunjukNya, dan berakhir dengan indah, “khusnul khotimah”.

Nah teman, di awal tahun yang sedang menggalau ini, untuk merefreshingkan otak dan hati, mari sedikit mereview buku yang baru saja aku baca. Memang dengan membaca buku sedikit memberi pencerahan dan juga ide-ide segar. Buku yang coba kureview adalah novel karya Tere Liye yang berjudul “Kisah Sang Penandai”. Novel ini memang bener-bener buatku penasaran. Gara-gara pas ada book fair beberapa bulan lalu, liat buku karya Tere Liye yang belum aku baca. Yang menjadi penasaran dan sangat-sangat ingin kubaca karena ada tag line yang cukup membuatku berdesir “berdamai dengan masa lalu”. Nah, karena ada kalimat itulah maka aku benar-benar penasaran. Dan alhamdulillah, beberapa hari yang lalu dapet deh ni buku. Hmm seneng banget…

“Kisah Sang Penandai” adalah sebuah kisah tentang penjaga dongeng-dongeng. Hmm, bang Tere Liye ini memang selalu membawa pembacanya untuk terus “mengkampanyekan” dongeng sebagai satu hal yang penting bagi kehidupan kita. Dongeng bukan hanya sebagai cerita pengantar tidur anak tapi lebih dari itu, sebagai alat untuk menanamkan karakter pribadi pada anak-anak. Namun perbendaan dengan novel-novel sebelumnya yang pernah kubaca adalah kali ini tak ada satu bulir air matapun yang jatuh karena kisah-kisahnya. Meskipun demikian kekonyolan dalam karakter tokoh-tokohnya tetap tersaji dengan halus, yang kemudian membuat kita tiba-tiba tertawa. Yah, khasnya bang Tere Liye banget.

“Kisah Sang Penandai” ini bercerita tentang Jim yang dipilih oleh Sang Penandai untuk menjadi tokoh dalam dongeng yang akan dibuat oleh Jim sendiri. Jim yang sangat mencintai kekasihnya yang telah meninggal dan berusaha untuk melupakan walau dalam hati kecilnya masih sangat mencintainya. Hingga saatnya dia berharap kematian merenggutnya seperti dongeng kisah cinta abadi, jika pasangan kekasihnya meninggal maka sang kekasihnya bunuh diri untuk bertemu dengan kekasihnya yang telah meninggal itu. Namun rupanya, Jim tak punya keberanian untuk melakukannya dan Jim dipilih oleh Sang Penandai untuk mengubah dongeng sebelumnya tentang cinta sejati itu seperti apa. “Pecinta sejati tidak akan pernah menyerah sebelum kematian itu sendiri datang menjemputnya dirinya”, begitulah pesan Sang Penandai untuk Jim. Melalui pesan itu Jim pun mulai petualangan yang ternyata membawa dongeng-dongeng lainnya yang menarik untuk dinikmati. Hingga diakhir petualangan sebagai pelaut ulung, rupanya tak sedikitpun dia mampu melupakan kekasih hatinya, karena dia selalu merasa bersalah pada kekasihya yang tak mampu melakukan apa yang dipikirkannya (bunuh diri). Sampai akhirnya Sang Penandai datang menjemputnya kembali untuk mengakhiri petualangannya dan menjanjikan sesuatu pada Jim. Nah, apakah yang akan dijanjikan oleh Sang Penandai pada Jim?? Baca sendiri aja deh, ntar kalo ditulis di sini malah gak seru. Yang jelas benar-benar dalem banget, dan yah “gue banget”, yang jelas lagi ini jadi jawaban bagaimana cara kita melupakan masa lalu yang tidak menyenangkan, ah lebih tepatnya menyimpan masa lalu itu di pojok hati kita. Hmmm…

**********
“Kau tak akan pernah bisa berdamai dengan masa lalumu jika kau tidak memulainya dengan memaafkan diri sendiri. Kau harus memulainya dengan tidak menyalahkan dirimu sendiri. Untuk bisa sempurna berdamai dengan masa lalu itu kau juga harus menerima semua kenangan itu. Meletakkannya di bagian terpenting hatimu, memberikannya singgasana dan mahkota”

Nb : masih nunggu serial Anak-Anak Mamak “Amelia” dah keluar belum toh???

7 thoughts on “Sang Penandai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s