Malam Terakhir

Malam ini bakalan jadi malam terakhir buatku di kota ini. Kota penuh kenangan kota penuh perjuangan. Esok hari saat fajar mulai menyinging itulah hari dimana kutinggalkan jejak-jejak perjalanan panjang yang telah kulalui. Esok menjelang siang menjadi langkah awal menuju perjuangan yang tiada pernah akan tahu seperti apa, mungkin lurus, mungkin berkelok, mungkin naik , mungkin turun, mungkin mulus, mungkin bergelombang, dan mungkin mungkin yang lainnya. Sama seperti delapan tahu yang lalu, penuh dengan semangat didalam jiwa dan raga menyiapkan segala macam yang harus dibawa ke kota ini pun demikian dengan delapan tahun kemudian. Namun entah mengapa antusiasnya berbeda dengan delapan tahun yang lalu, saat ini justru berasa berat meninggalkan semuanya. Rasa-rasa ada yang mengganjal dan memberatkan. Yah mungkin karena kota ini terlalu istimewa dan nyaman untuk ditinggalkan.
Keistimewaan dan kenyamanan inilah yang akan sulit untuk dilupakan dan ditinggalkan, namun apapun yang terjadi aku harus segera kembali ke asalku, kembali lagi ke kampung halamanku. Boleh meminjam slogan pak bibit selaku gubernur jateng “bali deso mbangun deso” (pulang desa bangun desa). Semoga bukan hanya slogan tapi juga bisa menginspirasi dan benar2 bisa “membangun” dengan modal yang selama ini telah delapan tahun diambil dari negeri para raja-raja yang istimewa ini.
Terima kasih buat kasur+bantal+guling+slimutku, yang telah delapan tahun menemani tidurku. Ember hijauku yang dengan setia menjadi tempat untuk mencuci pakaian kotorku selama delapan tahun. Meja belajar coklat buatan masku yang juga selama delapan tahun menjadi tempat untuk bersandar saatku menuliskan banyak hal dari tugas2 kuliah sampai cerita2 panjang penuh liku perjalanan hidupku, rak plastik hijau warisan dari omku yang dengan setia menjadi tempat piring+gelas selama delapan tahun, serta rak bajuku yang juga dengan setia menjadi tempat baju yang rapi dan aman. Kurang lebih itulah barang2 yang setia menemaniku selama delapan tahun di kota ini. Yang senantiasa menemaniku berpindah2 dari satu rumah2 ke rumah yang lain.
Begitu mengesankan bersama mereka, dan malam ini menjadi malam terakhir juga dikota ini (walau ada beberapa sudah dibawa pulang).
Semuanya rasanya sudah cukup, dan semuanya berakhir dimalam ini, walau ini bukan menjadi yang paling akhir. Semoga esok bisa kembali menulis di kota ini.
Selamat malam, selamat menikmati keindahan kota ini, YOGYAKARTA.

2 thoughts on “Malam Terakhir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s