Pojok Kelas

Ternyata sudah sekian lama tak memposting sesuatu di blog ini. Sudah dua bulan, lebih mungkin. Boleh dikatakan sibuk, boleh juga dikatakan males dan gak punya ide buat posting apaan, karena pikiran dan fisik dah gak bisa kompromi lagi kalo dah malam-malam gini. So, hampir tiga bulan dianggurin aja ni blog. Yah, semoga besok-besok bisa istiqomah nulis. Kalo lagi punya ide gini emang suka semangat untuk bisa nulis, tapi kalo lagi ngeblank, ya udah ngeblank aja gak ada ide apapun. Tidur aja deh. hehehe…

Maksud hati nulis malam ini adalah ingin menyampaikan sesuatu khususnya uneg-uneg dalam diri ini terkait dengan pekerjaanku. Yah, selama ini mungkin ngomonginnya kuliah gak selesai-selesai, kalau sekarang pembicaraannya lebih dewasa sedikit (untuk mengimbangi umur yang juga sudah semakin dewasa pula).

Pekerjaan menjadi seorang guru ternyata tidaklah mudah. Sama juga dengan pekerjaan-pekerjaan lain, yang memiliki resiko dan juga tantangan-tantangan tersendiri. Jujur saja, awalnya senang menjadi guru karena hanya senang “mengajarnya”, namun setelah melakoninya, tak semudah dibayangkan. Banyak yang mesti dipejari lagi, mesti banyak belajar lagi. Apalagi background kuliahku yang berbeda dengan dunia pendidikan. Otomatis mesti belajar dari nol, mungkin malah minus.

Belajar bukan hanya mata pelajaran yang harus diajarkan namun juga belajar berinteraksi dengan anak-anak (bagi yang sudah mengenalku lama pasti tahu kalau aku tidak begitu suka dengan anak-anak), manajemen kelas, administrasi, dan lain-lain. Apalagi istilah-istilah dari dunia pendidikan yang sama sekali tidak aku ketahui contohnya KKM (apa ya??? kok jadi lupa malahan, hahaha…) yang intinya adalah nilai minum yang harus siswa capai. Silabus, RPP, Program semester, penelitian kelas dan lain sebagainya. Sungguh aku tidak “mudeng”, apakah itu semua?? Namun seiring berjalannya waktu dan sering tanya sana sini jadinya sekarang sudah mulai paham dan mengerti, dan akhirnya bisa dikerjakan walaupun masih banyak salah dan koreksi, tapi paling tidak sudah bisa.

Sebetulnya sekarang ini yang menjadi masalah dan uneg-uneg dalam diriku adalah masalah anak-anak itu sendiri. Jujur saja, awalnya shock berat saat tahu dapet kelas yang “luar biasa”, sulit diatur, ramai, kalau diterangkan cerita sendiri dan tidak tertib sama sekali. Belum lagi tiap anak juga ada masalah-masalah personal lainnya, yang membuatku jadi bingung plus pusing berkeliling-keliling (saking pusingnya, akhirnya dua minggu pertama masuk langsung tepar gak berangkat ke sekolah gara-gara sakit panas, demam, batuk). yang menjadi beban lebih adalah karena pada saat aku masuk satu bulan berikutnya langsung ulangan akhir semester. Yah, jadi beban karena secara materinya seperti apa aku juga tidak tahu, walaupun berakhir dengan baik namun hasilnya tidak maksimal, karena setelah dirata-rata kelasku paling rendah. Hmm, sedih tapi yah memang seperti itulah hasilnya, jadi mesti diterima saja. dan saat itu aku berjanji dalam hati untuk semester berikutnya bisa lebih baik dari semester kemarin dan juga lebih baik dari kelas yang lain. karena itu di semester yang kedua ini aku mesti bekerja keras. Bukan hanya untuk menyampaikan materi pelajaran tetapi juga interakasi dengan anak-anak yang dulu masih kaku sekarang sudah mulai mencair dan sudah mulai tahu karakter dan masalah tiap anak.

Mungkin itu dulu yang ingin aku bagikan pada semua pembaca, masih banyak cerita dari pojok kelas ini. Tapi belum bisa dishare sekarang. Nanti saja kalau, sudah fix tulisannya.

4 thoughts on “Pojok Kelas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s