Selamat Hari Guru

Image

Setahun yang lalu saat ngerjain rapot semester 1

Tepat hari ini tanggal 25 November kami selaku karyawan di lembaga pendidikan merayakan hari guru. Semua instansi pendidikan pastinya tak luput merayakan pula.

Sedikit flashback 1 tahun yang lalu, yang artinya aku juga telah satu tahun menyandang predikat “guru”. Rasanya terharu sekali ketika pertama kali dinyanyikan lagu “Hymne Guru” dan “Terima Kasih Guru”. Saat itu benar-benar baru terjun di dunia pendidikan secra profesional rasanya melayang dan GR sendiri. Merasa bahwa cita-citaku selama ini telah tercapai. Merasa bangga menjadi seorang guru. Tapi setelah menjalani selama satu tahun ini, begitu banyak yang harus dievaluasi dan harus diperbaiki. Mulai dari niat, komitmen terhadap lembaga, serta teknis mengajar.

Masalah niat itu menjadi sangat penting. Sebenarnya apa sih niatku menjadi seorang guru? Tentu saja awalnya adalah ibadah. Lalu pertanyaan berikutnya adalah ibadah seperti apa yang akan menjadi amalan terbaikku. Apakah mengajar? Berbagi ilmu ke anak-anak? Atau karena lembaga di tempatku bekerja ini adalah lembaga yang berbasiskan islam maka lebih mudah untuk beraktivitas “ibadah”? Semua masih berkecamuk tak menentu arah. Yah, ternyata selama satu tahun ini masih banyak godaan tentang niat dasar menjadi seoarang guru. Apalagi latar belakang pendidikanku yang jauh dari kompetensi pendidik (yaitu sarjana peternakan). Pada akhirnya, akupun harus mulai menata ulang, menata kembali akan jadi apa aku nanti? Terkadang godaan untuk kembali ke idealisme masa kuliah menjadi hal yang sangat mengganggu.

Teringat saat awal masuk kuliah, benar-benar merasa berat karena tidak sesuai yang diinginkan (pengennya kuliah di keguruan). Tapi di tengah perjalanan justru berbalik arah, karena di sini aku menemukan banyak hal yang selama ini tak pernah terpikir sebelumnya. Bertemu dengan banyak orang dari berbagai kalangan, baik dari akademisi (dosen-dosen yang hebat dan luar biasa), praktisi (pengusaha besar dan peternak kecil  yang banyak ku kenal saat pkl dan penelitian) atau bahkan pegawai pemerintahan (yang juga ku kenal saat penelitian) dan juga teman-teman yang luar biasa. Semua itu benar2 terngiang sampai detik ini. Dan saat itu berkomitmen untuk bisa menjadi salah satu bagian bidang ini. Hal ini mengingatkanku juga pada murobbiku (saat masih dijogja), “Sebisa mungkin kita mengamalkan ilmu (kuliah) kita ke masyarakat”. Untuk apa kita kuliah jauh-jauh, lama-lama tapi kita malah menekuni bidang lain. Bukankah perguruan tinggi membuka fakultas atau jurusan tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan negara atas ilmu dan kemampuan kita. Apalagi Indonesia adalah negara agraris, negara yang seharusnya lebih banyak mementingkan sektor pertanian. Walau pada kenyataannya tidak terlalu terperhatikan. Lebih sempit lagi di bidang peternakan. Sebetulnya Indonesia sangat membutuhkan skill di bidang ini sangat banyak. Tapi kenyataannya lagi, jauh lebih banyak lulusan peternakan bekerja di bidang lain (seperti aku saat ini). Nah berdasarkan idealisme dan kenyataan yang ada, seharusnya aku memang berkomitmen di bidang ini. Tapi selalu saja aku menyangkal (saat ini) belum ada kesempatan yang tepat untuk bergerak di bidang peternakan. Bukankah kita beribadah bisa di bidang apa saja, dan di mana saja? Yah itu yang namanya apologi. 

Jadi kesimpulannya, dalam satu tahun ini masih dalam proses pencarian tempat, waktu serta kesempatan yang tepat. Tentunya semua ini juga tidak lepas dari kehendak Allah yang akan menempatkanku di mana.

Selanjutnya adalah tentang teknis mengajar. Jelas sebagai seorang guru, harus dinilai dan dievaluasi proses pembelajarannya. Aku akui memang masih jauh dari sempurna. Awalnya sih menanamkan dalam diri bahwa harus bisa menjadi guru yang baik untuk murid-muridku. Tetapi kenyataannya justru terbalik, jauh sekali dari kata baik. Kalau nilai sempurna 10, maka kalau aku menilai diriku sendiri adalah 4. Kenapa dengan pedenya menilaiku rendah, bukan untuk merendahakan diri, tapi berdasarkan evaluasi objekstif yang aku nilai sendiri. Mungkin dari segi administrasi boleh dikatakan aman, tapi untuk proses mengajar, kedekatan dengan murid. Jauh sekali dari kata baik. Masih suka marah-marah saking emosinya (alias galak), masih sering cuek sama anak (karena aku kadang tidak mengerti apa yang harus aku lakukan), masih sering menggoda anak-anak dengan jawaban-jawaban nakal (maksudnya untuk bercanda, tapi namanya anak-anak sering dibuat serius, jadi salah pengertian).

Yah, begitu banyak kekurangan diri ini menjadi seorang guru yang baik. Kadang jadi merasa berat menjadi seorang guru. Bukan masalah mengajar pelajaran tapi lebih pada sikap dan tingkah laku diri ini yang masih sering khilaf melakukan kesalahan, yang itu bisa saja dicontoh oleh anak. Istilah jawanya GURU adalah “digugu lan dirtiru” (dipatuhi dan diteladani). Mungkin itu yang jadi PR berat dan besar untuk aku pribadi dan aku selaku guru. Semoga saja Allah menjagaku dari ucapan, tingkah laku dan pikiran yang buruk, menjagaku agar dapat menjadi teladan yang baik untuk murid-muridku, dan menjagaku dari niatan-niatan yang membelokkan niat lurusku.

Selamat hari guru untuk teman-teman guru di SDIT Ihsanul Fikri Kota Magelang semoga dapat menjalankan amanah dengan baik, teman-teman Fapet UGM yang ternyata beralih profesi menjadi guru (Ayun, Asih, Irma, dll) kata Asih, di fakultas peternakan bukan mencetak peternak-peternak handal tapi justru pendidik-pendidik handal, S.Pt (Sarjana Pendidikan Terpadu J). Dan seluruh guru-guru di Indonesia, semangat dalam menjalankan amanah. Jadi ingat Pak Bin di bukunya Serial Anak-Anak Mamak karya Tere Liye, yang menginspirasi bahwa dalam keterbatasan fasilitas sekolah bahkan gaji tak menyurutkan untuk menjadikan murid-muridnya hebat.  

4 thoughts on “Selamat Hari Guru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s