Liburanku

Sudah tanggal 31 Desember itu artinya sudah mulai ganti bulan baru dan juga tahun baru. Hmm, bakalan kagok kalau nulis bulan atau tahun yang baru. hehe…

Nah setelah melihat lihat isi blog, ternyata eh ternyata belum ada satupun tulisan yang nangkring di blog untuk bulan ini. So kita review sedikit tentang hari-hari terakhir di tahun ini. Hari-hari terakhir ini jelas adalah hari yang “seharusnya menyenangkan”, karena bertepatan dengan liburan semester anak-anak, guru-gurunyapun ikutan liburan (ini dia senenganya jadi guru). Nah, kenapa aku bilang “seharusnya menyenangkan”, itu artinya adahal yang tidak menyenangkan. Yah, bisa dibilang seperti itu. Tapi aku akan mereview bagian menyenangkan terlebih dahulu, biar lebih seru ceritanya.

Awal liburan kali ini diawali dengan outbond bersama guru dan karyawan SDIT Ihsanul Fikri di pantai Parang Tritis Yogyakarta. Huah, akhirnya bisa juga ke pantai, sudah setahunan gak main ke pantai. Apalagi ke Yogyakarta tentu saja hal ini membuatku lebih semangat. Hari Senin tanggal 23 Desember 2013, sesuai jadwal seharunya berangkat pukul 06.30 dari Magelang, tapi ternyata molor baru sekitar hampir jam 08.00 baru berangkat. Itu artinya bakalan molor juga agenda di sana. Nah, sesampainya di Jogja sekitar Jombor ternyata hujan tak lagi tertahankan untuk turun. Sudah dari Magelang sebetulnya mendung menggelayuti langit. Hmm, kamipun saling berbisik apa iya nanti jadi outbond? Hujannya semakin deras, begitupun sesampainya di lokasi ‘Pantai Parang Triris’. Tapi rupanya panita justru masih semangat tetap akan mengadakan agenda outbond di pantai. Dan akhirnya tetap juga kami mengikuti agenda sesuai rencana walaupun sudah molor dari jadwal dan di tengah guyuran hujan deras.

Kami tetap asyik bermain di pinggir pantai dengan ragam permainan, mulai dari memindahkan air ke ember dengan pralon yang telah dilubangi, tarik tambang, memindahkan karet gelang dengan sedotan di mulut secara estafet, memindahkan holahop tanpa melepaskan tangan yang sedang bergandengan melingkar dengan satu kelompok dan yang terakhir membuat istana pasir. Lumayan menguras energi apalagi saat tarik tambang, Kelompok ibu-ibu melawan para gadis-gadis. Hahaha… jelas saja kami para gadis-gadis kalah, selain jumlahnya yang lebih sedikit juga dari postur tubuhpun sudah mendukung untuk kalah. Tapi lucunya pada pertandingan ronde pertama kami menang. Hahaha. Tahu kenapa? Aku mengambil posisi paling belakang, jelas ini tidak menguntungkan karena secara kekuatan jelas sangat sangat jauh dari kuat. Keberuntungan itu karena di belakangku masih ada satu orang yang tiba-tiba mengambil tambang ujung belakang yang memang masih sisa panjang, dan dia adalah Pak Bangun. Hehehe, Guru olah raga yang bertubuh subur (memperhalus kalimat untuk tidak mengatakan besar :)), dengan isengnya ikut menarik tambang, dan dalam waktu sekejap kami menang. Hahaha, jelas ini membuat para ibu-ibu serasa tak percaya, dan kemudian pertandingan awal didiskualifikasi karena dinilai curang. Lah? Kan yang narik sendiri Pak Bangun, kami jelas tidak meminta, walau sebenarnya aku bilang ke beliau “ayo pak ikutan bantu”. Wkwkw, dan setelah pertandingan kedua maka jelas sudah kekuatan kami tak mampu menghadapi mereka, walaupun sudah dibantu oleh beberapa ibu-ibu yang bertubuh subur pula. Hahaha, namanya juga permainan. Setelah bermain-main dengan berbagai macam permainan, maka permainan berikutnya adalah bermain dengan ombak. Ternyata bu guru dan pak guru kalau sudah di pantai tidak ada anak-anak ternyata yo podo wae. Kayak anak-anak polahnya. Ya gitu deh, yah yang jelas untuk melepaskan penat dari pekejaran, dealine nilai rapot dan memasukkan nilai ke rapot.

ibu-ibu guru dan karyawan sdit if

Ibu-ibu guru dan karyawan SDIT IF

Usai bemain-main, kami segera membersihkan diri dan dilanjutkan menuju destinasi berikutnya, yaitu mana lagi kalau bukan Malioboro. Rencana awalnya memang seperti itu, tapi karena ternyata jalanan yang begitu sangat macet menuju Malioboro dan apalagi ini sudah menjelang senja otomatis tuh Malioboro sudah tutup. Jadi terpaksa dibatalkan. Nah, aku baru tahu dan baru sadar ketika aku merasa perjalanan ini tidak menuju Malioboro tapi semakin menjauhi dan akhirnya benar-benar sadar setelah sampai Jalan Magelang. Rencananya aku  akan menginap di rumah salah satu sahabatku sekalian mau melanjutkan penjelajahan ke destinasi paling penting dalam liburan ini, maka otomatis karena sudah sampai di Jalan Magelang aku harus segera bergegas memberitahukan kepada panitia aku akan turun di Jombor saja. Saat aku mau turun dan panitia sudah break-breakan pakai HT dengan Bis 1, ternyata eh ternyata untuk mengobati luka hati karena tidak bisa membeli oleh-oleh di Malioboro maka akan mampir sebentar di toko oleh-oleh di sekitar Jalan Magelang yang sekiranya murah meriah. Aku berpikir mana coba toko oleh-oleh di sekitar Jalan Magelang dekat dengan Terminal Jombor dengan harga miring, selintas aku berpikir “masak iya di Indo Grosir”, eh setelah melewati TVRI maju sedikit dan tidak lama ternyata bis 1 sudah berhenti tepat di depan kampus MMTC yang di seberangnya adalah Indo Grosir, saat aku bertanya memastikan apakah akan berhenti disini? Ternyata benar kawan-kawan. Otomatis aku langsung tertawa, hiyakakak. Ya ampun jauh-jauh ke Jogja eh mampir beli oleh-olehnya di Indo Grosir, di Magelang ada juga kali. Tapi tak apalah dari pada tidak sama sekali membeli oleh-oleh. Dan aku sendiri ikut turun di sini sambil menanti jemputan kawan.

Nah, mari kita menuju ke tempat berikutnya, setelah berpamitan dengan beberapa teman karena harus berpisah di sini. Maka akupun meluncur berasama Ayun, temanku, menuju “rumah barunya”, hmm. Lumayan bisa merebahkan sedikit tubuh setelah seharian behujan-hujanan dan bermainan ombak di ujung selatan Jogja. Tapi ternyata Ayun mengajakku ke salah satu temannya sesama aktivis masjid Nurul Ashri yang tengah sakit di rumah sakit JIH. Okelah tak masalah, sekalian beli makan malam dan menuju tujuan utama aku ke Jogja. Mampir sebentar di masjid Nurul Ashri yang ternyata masih ramai oleh jamaah karena ada kajian Ust. Syatori, oh ya ini kan hari Senin. Biasanya memang ada kajian di hari Senin bersama ust. Syatori biasanya kajian tafsir sekaligus buka puasa bersama. Hmm, sedikit melepas kerinduan dengan masjid yang sangat menyejukkan dan tetap saja ramai tiada henti oleh kegiatan para jamaah. Setelah beberapa waktu menunggu teman-teman yang akan menjenguk dan juga sedikit mengenang masa-masa kemarin saat masih aktif ikut kegiatan di masjid ini kami berangkat dengan dua mobil, satu untuk ikhwan satu untuk akhwat. Nah dalam perjalanan menuju JIH yang letaknya ada di Ring Road Utara, kami harus lewat Jalan Gejayan. Ternyata oalah muacetnya. Masak dari Jalan Gejayan sampai JIH lebih dari 30 menit. Hmm, memang Jogja sudah mulai mengikuti kota-kota besar lain yang macet nya tak berekor, kecuali hari Minggu. Nah sesampainya di JIH, kami menjenguk kawan Ayun itu, ternyata yang menjenguk banyak sekali. Akhirnya aku sadar satu hal tentang sebuah makna ukhuwah, hmm indah sekali. Saling mendoakan, saling membantu dan itu sudah lama sekali tak ku dapati. Entah. Yah, aku rindu, rindu itu semua. Membicarakan banyak hal bukan masalah pekerjaan, tapi lebih dari itu, banyak hal. Dan itu ternyata masih harus aku cari di tempat kerjaku yang belum bisa ku imbangi dengan segala macam idealismeku. Oh ya cukup untuk curcol itu. Ternyata eh ternyata lagi di sini aku bertemu dengan kawanku di grup Laskar 2009, huah, setelah aku beberapa saat tak ada yang mengenal anak-anak itu karena memang usia mereka sangat jauh denganku. Hehehe, maksudnya usia masuk kuliahnya jadi jelas tidak ada yang ku kenal. Setelah beberapa saat bertegur sapa, akhirnya kamipun beranjak pamit karena jam besuk juga sudah hampir habis.

Setelah berpamitan, kami melanjutkan perjalanan pulang, menuju masjid Nurash (begitu kami menyingkatnya) untuk melanjutkan perjalananku mencari makan dan menuju tempat tujuan utamaku ke Jogja. Setelah sampai di masjid dan berpamitan pulang ke rumah masing-masing, aku dan Ayun bersepakat untuk mencari tempat makan yang bikin segar dan panas. Tapi karena ini sudah menunjukkan pukul 20.00 maka tidak mungkin akan makan di bakso EMHA langganan kami kalau sedang berkumpul karena pasti sudah habis, atau bakso Lamongan di Karang Malang, karena pasti hanya tinggal soto saja. Dan akhirnya, diputuskan makan sop Pak Min Klaten. Jelas ini bukan di Klaten, tapi cukup di Jalan Kaliurang. Setelah asyik makan malam sambil mengobrol kamipun melanjutkan ke tempat tujuan utamaku ke Jogja yaitu TOGA MAS. Pasti banyak yang sudah tahu tempat apa itu? Iyah, bagi yang belum tahu mari sedikit ku beri tahu yaitu toko buku. Hmm, asyik sekali berbelanja buku di sana, bukan hanya karena diskon besar yang ditawarkan tetapi tempat yang nyaman untuk membaca-baca. Tapi jelas saat ini bukan waktu yang tepat untuk membaca atau sekedar survei buku yang akan dibeli. Waktunya sudah tidak memungkinkan untuk bersantai, karena waktu sudah malam, dan toko tersebut tutup pukul 21.30. Jadi kami harus bersegera. Sesampainya di lokasi yang tempatnya ada di perempatan Jalan Gejayan akupun mulai berkeliling mencari buku yang akan aku beli, setelah mendapat rekomendasi dari Ayun tentang buku pelajaran yang harus di beli, aku bersegera ke rak buku lainnya untuk berburu buku yang sudah ku incar 6 bulan terakhir. Akhirnya dapat, dengan waktu yang sudah tidak bisa lagi untuk bersantai-santai untuk cari-cari lagi karena petugas sudah mengingatkan melalui mikrofon bahwa toko sebentar lagi akan tutup, maka tanpa berpikir-pikir aku ambil bukunya dan segera menuju kasir. Ahamdulillah, liburan kali ini pasti akan sangat menyenangkan dengan tumpukan buku yang menanti untuk dibaca.

Sesampainya kami di “rumah baru” Ayun, bersih-bersih diri sambil bercerita dan berkenalan dengan teman ayun yang serumah dengannya, dan juga bercerita ini itu melanjutkan obrolan saat makan malam. Ternyata malam sudah semakin larut. Seperti biasa, sudah menjadi kebiasaan walaupun setiap hari kami bertemu di kampus, di masjid atau dimanapun kami dan juga tinggal serumah bahkan sekamar selama tiga tahun obrolan kami tidak akan berhenti sampai kami benar-benar lelap tertidur, atau salah satu diantara kami yang tertidur duluan. Hahaha, begitu juga di malam ini. Baru ketika tengah malam, dan kami merebahkan diri di kasur yang tidak empuk itu padahal masih baru (hahaha,,,kasur yang aneh), kami baru berhenti bicara. Sampai pagi menjelang, akupun bangun dan bersegera untuk melanjutkan ke perjalanan berikutnya yaitu sekolah. Oh,,, inilah yang aku bilang liburan yang “seharusnya menyenangkan” berubah menjadi mengacaukan. Bagaimana tidak? Karena dikala kawan-kawan yang lain tengah asyik menikmati liburan hari kedua, aku harus dihadapkan dengan kenyataan, kembali ke sekolah untuk menyelesaikan rapot. Jeng jeng jeng… Lho kok ? Iya betul, penerimaan rapot di SDIT IF akan dilaksanakan besok tanggal 4 Januari 2014 karena kepadatan agenda, yang diantaranya adalah Mukhoyam Tarbawi dari tanggal 20-22 Desember. Karena itu tidak memungkinakan untuk pembagian rapot dilaksanakan tanggal 21 (hari Sabtu) karena seluruh guru mengikuti kegiatan ini. Kecuali aku, karena sudah ijin tuh tanggal emang spesial, menghadiri pernikahan sahabat karibku, soulmateku, atau apalah namanya. Jadi sebelumnya aku telah meminta maaf untuk tidak diikutsertakan dalam kepanitiaan, agar nanti tidak mengacaukan agendanya. Nah sebenarnya yang bikin kacau balau agenda liburanku kali ini, hanya satu nilai saja yang belum masuk akhirnya membuat semuanya tertunda. Tapi sudahlah tidak perlu kuceritakan di sini apa permasalahannya. Karena semua sudah selesai dan sekarang aku bisa berleha-leha sejenak, sebelum beraktivitas lebih padat lagi esok. Hohoho. Sepagi mungkin menuju Magelang dengan naik kendaraan umum yang sudah cukup lama tidak aku naiki, tapi tiadak banyak berubah. Hanya saja semakin lama jalanan semakin macet saja. Terlalu banyak kendaraan dan berasa jalan semakin sempit. Sesampainya di sekolah segera memasukkan nilai ke rapot lalu ngeprint dan akhirnya jadi deh. Walaupun belum sempurna seratus persen karena masih ada satu rapot yang tertingal di salah satu guru. Dan juga tanda tangan kepala sekolah untuk rapot anak baru. Hmmm, jadi masih jadi PR sampai hari ini paling tidak sampai besok tanggal 2 karena sudah mulai masuk. Tapi paling tidak semuanya sudah beres.

Yah, begitulah awal liburanku yang cukup “menyenangkan” dilanjutkan dengan hari berikutnya yang mendapat kabar bahwa Pakde meninggal, jadi harus seharian di rumah pakade, yang juga satu RT dengan rumahku. Dilanjutkan selama tiga malam untuk ikut bantu-bantu acara tahlilan. Lalu kedatangan kedua adik sepupuku dari Jakarta, dan di hari Minggu aku kembali ke Jogja untuk menghadiri sahabat terdekatku mengakhiri masa kesendiriannya. Sebenarnya sudah diminta untuk menginap di Kulon Progo, namun ternyata karena harus rewang di tempat pakde dan juga ada adek-adek di rumah maka ku putuskan untuk sepagi mungkin saja aku menuju Jogja. Dan itu rekorku menuju jogja sepagi itu, pukul 05.30. Karena hari ini liburan, maka jelas angkot-angkot akan lebih sanati jalannya dan juga sepi tiada penumpang. Begitu juga dengan bis-bis Semarang-Jogja yang juga sepi, Karena ini hari Minggu maka perjalanan ini menjadi perjalanann yang sangat melelahkan karena terlalu pelan bis-bis itu berjalan. Sampai di Jombor pukul 08.00, segera ku telpon Ayun untuk menjemput di Jombor agar lebih dekat menuju jalan Bantul melalui Ring Road Barat, eh ternyata Ayun lebih memilih jalan lain karena penasaran dengan alamat DPW PKS Jogja, yang ternyata terletak di jalan Gambiran. Dilanjutkan dengan perjalanan menuju lokasi pernikahan di Galur Kulon Progo selama 1 jam. Walau tanpa peta insyaallah masih ingat rumahnya. Sampai di lokasi bersalaman dengan karibku ini dan saling mendoakan semoga barokah, dilanjutkan dengan berfoto ria, dan akhirnya makan pagi sekaligus makan siangku menjadi penyempurna perjalanan pagi ini. Kemudian bertemu dengan sahabat kami juga yaitu Mifta dan suami, lalu berfoto bersama berempat. dan kemudian dilanjutkan pulang menuju rumah. Perjalanan pulang kali ini ternyata parah, macetnya luar biasa pula, dari Jombor sampai Magelang hampir 2 jam. dan akhrinya sampai rumah dengan selamat yang memakan waktu kurang lebih hampir 3 jam. Wow. Nah, kapan benar-benar aku liburan dan menghabiskan buku-buku itu? maka aku bilang itu semua ku habiskan di sela- selanya. Dan hari Senin kemarinlah yang ku sebut hari libur. Seharian di rumah, mengurus pekerjaan-pekerjaan rumah dan tentu saja menghabiskan halaman demi halaman buku yang telah menjadi incaran selama 6 bulan lalu.

Nah, bagaimana sisa hari liburan ini? Sudah ku jelaskan sebelumya, bahwa liburanku cukup hari Senin kemarin saja. Hari ini sudah ada agenda rutin tiap minggu, dan besok tanggal merah yang itu artinya libur ternyata juga sudah full. Jadi sekali lagi kukatakan bahwa liburanku cukup satu hari itu saja, selebihnya hari bebas. Hari bebas melakukan aktivitas yang positif dan bermanfaat untukku dan juga orang-orang disekitarku. Karena mereka juga berhak atas waktu-waktuku.

Ternyata kisah liburanku sudah sangat panjang teman, yah maklumlah karena otakku ini sudah sangat penuh ingin dikeluarkan semua. Oke, selamat melanjutkan liburannya semoga tetap bermanfaat dan jangan sampai menyia-nyiakan waktu ini. Happy Holiday🙂

2 thoughts on “Liburanku

  1. Hehehe dinikmati wae mb
    Nek full kgtn postif n bermanfaat ladang pahala n surga di dpn mata
    Smg njgn selalu diberi kesehatan .amiiiiin
    Nek g libur sama aj heheeh tpi memang kita perlu penyegaran sbnrnya bnr2 meluangkan wktu u/istiraht ato pun bercengkrama dengn keluarge
    Sy uda merasakan penting bgt itu
    Slamt melakukan aktivitas lg
    Semangay

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s