Altitude 3676 Tahta Mahameru

altitude 3676-500x500
Pertama baca judulnya, sebetulnya memngingatkanku pada buku 5 cm. Pertanyaanku, jangan-jangan ceritanya sama. Walau sejujurnya aku belum baca buku 5 cm, dulu pernah hanya bagian pendahuluannya saja. Tapi karena sudah keburu dibawa pergi sama yang punya jadi gak jadi baca. Hehehe… dan terobati ketika nonton filmnya, dan menurutku agak kurang sip. Gak tahu juga sih, apanya yang kurang dapet dalam filmnya itu. Pasti ada yang di bukunya tidak ada di film itu, tapi itu bagian yang penting. Dan setelah lihat beberapa review filmnya memang ada yangikurang dibeberapa bagian yang penting. Kayaknya perlu baca buku itu deh. (Next projek deh, kalau ada yang punya bolehlah pinjem :p). Ups, ini mau cerita 5 cm atau Alititude 3676 dari Azzura Dayana? Hehehe habisnya settingnya sama, di pegunungan Semeru.

Oke mari kita lihat kisah apakah yang disajikan oleh sang penulis ini.

Kisah tentang seorang gadis asli dari pegungungan Semeru, tepatnya di Ranu Pane bernama Faras. Gadis nan jujur dan pintar itu bertemu dengan seorang pendaki yang keras bernama Raja Ikhsan. Faras begitu mengesankan bagi Ikhsan, begitu juga Ikhsan yang begitu mengesankan untuk Faras. Hingga membuat hati-hati itu terpaut pada arti makna sahabat. Ikhsan yang berlatar belakang keluarga yang hancur. Ibunya yang adalah istri kedua dari ayahnya harus mati karena bunuh diri. Dendam yang membara membuat Ikhsan melakukan hal yang sangat menakutkan dan akhirnya darah tertumpah. Dendam ini selalu dia sampaikan kepada Faras melalui komunikasinya lewat email. Pertautan hati sahabat inilah menjadikan kuatnya niat Faras untuk mencegah dendam itu tersalurkan. Kejujuran hati dan kepedulian kepada sahabatnya inilah Faras rela berpetualang mengikuti jejak-jejak sang Raja. Borobudur, Makasar, Tanjung Bira dan kembali ke Ranu Pane. Untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan Ikhsan, tentang Allah di atas puncak Mahameru, tentang sebelas alasan kenapa harus sholat, dan tentang dendam di hati Ikhsan. Dan bisakan Faras menyampaikan jawaban ini kepada Ikhsan??

Sebetulnya kisah ini simple, tapi yang tidak habis kupikir adalah ketika ada seorang sahabt yang rela menelusuri jejak untuk menyampaikan sebuah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu. Tapi itulah justru yang menjadikan konflik menarik dan menyusuri jawaban-jawaban. Yang aku suka adalah akhir dari cerita ini. Tempat Tertinggi “Al A’la”, hmmm no coment deh, pokoknya Allah itu lebih tinggi dan jauh tingginya dibandingkan dengan semua yang tertinggi di bumi bahkan di dunia ini. Subhana rabbiyal a’la wabihamdih.

Kesimpulannya adalah berbeda dengan kisah yang disajikan dalam 5 cm, walau settingnya sama. Hmm, selamat membaca semoga bisa ambil hikmahnya, tentang sahabat, tentang pengorbanan, tentang Allah Yang Maha Tinggi dan yang jelas tentang kenapa kita harus naik gunung? (hmmm…perlu nih naik gunung lagi🙂 ).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s