Pesantren Impian

preorder-pesantren-impian
Well, saatnya review satu buku lagi dari Asma Nadia yang berjudul Pesantren Impian. Novel yang ku selesaikan hanya 3 jam ini cukup menghibur diantara kepenatan dan itngkat kelelahan bekerja selama beberapa waktu terakhir. Bagaimana tidak, dalam satu minggu mengajar sampai 46 jam. Hoah…. dari jam 7 sampai jam 3 sore non stop (lebay), tapi akhirnya karena yang cuti-cuti sudah kembali berkuranglah jam mengajarku, dan sekarang sudah bisa sedikit santai meregangkan otot-otot dan menjalankan aktivitasku secara normal. Maaf ye malah curhat, okey kita mulai saja review novel ini.

Berkisah tentang 15 siswi Pesantren Impian, yang sengaja diundang secara khusus belajar ilmu dien di pesantren ini. Tempat yang sangat jauh dari hiruk pikuk kota besar yang ternyata tak ada di dalam peta. kelima belas siswi pilihan ini adalah siswi yang mempunyai latar belakang permasalahan berbeda-beda. Mulai dari seorang gadis yang menjadi korban pemerkosaan, gadis pencuri, gadis pembunuh, gadis penipu, gadis pemakai narkoba dan lain-lain. Mereka sengaja dipilih oleh relawan Pesantren Impian yang juga alumni dari pesantren ini.

Para gadis ini belajar meninggalkan segala macam permasalahan yang selama ini ada di kehidupan mereka sebelumnya. Mereka diajari banyak hal di tempat ini, memperbaiki sholat-sholat mereka, belajar membaca Al Quran, kegiatan keterampilan sampai kegiatan fisik. Selama beberapa waktu mereka mulai menikmati kehidupan di pesantren. Tetapi di akhir tahun mereka belajar di pesantren ini, mulai banyak permasalahan muncul yang ternyata menguraikan segala rahasia-rahasia diantara mereka.

Si Gadis pembunuh yang selama ini di buru oleh si polisi yang juga berada dalam rombongan ini terus menghantui kehidupan mereka beberapa waktu terakhir menjelang selesainya masa pendidikan. Teungku Budiman sang pemilik pesantren yang sangat cemas dengan keadaan pesantren karena mulai diganggu oleh orang-orang luar yang meneror para siswi pesantren.

Lalu bagaimana dengan nasib para gadis-gadis ini setelah teror-teror yang mengganggu mereka, dan apakah si Gadis pembunuh itu akan tertangkap oleh si polisi, lalu bagaimana dengan Teungku Budiman yang sangat misterius dan bagaimana dengan keadaan Pesantren Impian ini?

Seru, itu jawabku. Biasanya aku bisa nebak-nebak apa siapa atau bagaimana ending cerita dari novel yang sering ku baca. Tapi kali ini tidak. Hehehe… tidak menyangka Asma Nadia begitu jeli menyembunyikan si Gadis pembunuh itu sebagai tokoh utama dalam novel ini. Sangat halus dan tidak terlihat. Dan di halaman terakhirlah semua jawaban itu tersembunyi. Tidak mau banyak berkomentar, hanya ingin menyampaikan, novel ini keren, dan bisa menjadi obat penghilang stres. Hehehe…

One thought on “Pesantren Impian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s