Surga yang tak Dirindukan

preorder-surga-yang-tak-dirindukan
Novel ini adalah salah satu novel dewasa dari Asma Nadia. Dewasa di sini maksudnya novel kelas orang-orang yang sudah menikah. Hehehe… ceritanya tentang kehidupan pernikahan, mirip-mirip ma CHSI. Oke mari sedikit review novel yang selama 2 minggu lebih menyelesaikannya. Maklum kurang pas untukku yang masih jomblo.

Ini kisah tentang Arini, seorang ibu rumah tangga yang bahagia bersama suami dan ketiga anaknya. Kebahagiaan itu tampak dari kehidupan sebelum Arini berumah tangga. Dulunya dia seorang gadis yang aktif dan ceria. Seorang gadis penyuka dongeng dan menganggap bahwa hidupnya mirip dengan kisah-kisah dalam dongeng. Arini menikah dengan pria yang ternyata adalah seorang dari masa lalunya, layaknya cerita dongeng sang putri dan pangeran. Kehadiran ketiga putra putrinya menambah kebahagiaan dalam keluarga ini.

Arini yang seorang penulis, mempunyai banyak sahabat dan rekan dipercaya untuk menjadi tempat untuk menumpahkan segala permasalahan-permasalahan rumah tangga mereka. Permasalahan yang ternyata sangat sulit bagi seorang wanita, istri dan juga seorang ibu. Mulai dari perselingkuhan sang suami, permasalahan ekonomi keluarga, ketidakharmonisan rumah tangga yang mengharuskan mereka membuat keputusan yang berat. Perceraian. Ini yang menjadi catatan bagi Arini, yang sering dia tuliskan dalam berbagai macam tulisannya.

Namun di ujung kisah, Arini menemui hal yang tidak jauh berbeda dengan kawan-kawannya. Pria yang selama ini disanjungnya, dijadikan pangeran dalam dongengnya, yang akan setia sampai maut memisahkan ternyata memiliki seorang wanita lain dalam kehidupannya. Arini yang berharap adalah menjadi syurga terindah suaminya, ternyata tak berbanding lurus dengan kenyataan yang ada. Ada syurga lain yang telah memenuhi hidup sang suami.

Nah, apakah Arini bisa menyelesaikan permasalahan yang tengah dihadapinya? Sanggupkah dia menerima syurga lain suaminya?

Yah, begitulah sekelumit cerita tentang novel ini. Endingnya juga sama dengan paragraf yang aku tulis sebelumnya. Sepertinya Asma Nadia memang tidak ingin menyelesaikan begitu saja kisah ini. Kisah tentang poligami yang masih saja dalam perdebatan di kalangan masyarakat umum. Jangan tanya kepada ku tentang poligami, karena nikah aja belum, hehehe. Tapi yang jelas menurut pendapat pribadiku sah-sah saja asal ada komunikasi yang baik antara suami dan istri. tapi kalau diam-diam tentu saja ini akan menimbulkan konflik yang lebih berat. Dan satu lagi, bahwa niat berpoligami itu yang harus diluruskan, serta menyiapkan si istri untuk bisa berpoligami. Iiiih… ngomongin ini berat banget, karena aku sendiri juga tidak tahu, jadi aku rasa stop pembahasan ini di sini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s