Angkutan Umum

#angkutan umum

Kemarin adalah hari yg cukup menguras emosi. Dan aku beri judul #angkutanumum, karena berhubungan dengan angkot dan teman2nya.

Seperti biasa untuk menjalani aktivitas keluar kota pastinya moda transportasi yg aku gunakan adalah #angkutanumum

Karena memang tidak memiliki kendaraan pribadi juga karena bln bisa pakai. Jadi satu2nya cara adalah berkendaraan dengan #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Pagi kemarin memang sdh kurencanakan untuk menikmati akhir liburan ke Jogja, selain mengobati kerinduan jg ajang refreshing #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Sepengetahuanku untuk tarif #angkutanumum menjelang lebaran tidak ada kenaikan, karena sdh ada kenaikan sebelum ramadhan lalu — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Jadi sdh ada dlm perhitunganku berapa uang yg aku siapkan untuk membayar #angkutanumum. Rmh-terminal secang 3rb,secang-mgl 4rb,mgl-jgj 12rb — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Biasanya kalau berangkat pagi naik bus langsung dr terminal secang-jogja cukup 15rb. Tp kemarin tiba2 kondektur bus minta 20rb #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Dengan agak kesal karena kondekturnya juga bermuka tak ramah sekaligus maksa, aku protes “lho biasanya 15rb,kok pak” #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Kondekturnya bilang “kalau 15rb dari mgl-jogja”.Berarti logikanya secang-mgl 5rb??? Waduh mahal amat, ini betul2 keterlaluan #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Walaupun sdh aku bilang kalau sdh biasa naik bus dan tarifnya 15rb, kondektur tetap bersikeras tidak memberikan uang kembalian #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Ya sudahlah, berdebat panjang nalah emosi dan kesel. Lebih baik diikhlaskan saja, toh juga pergi ke jogja tak setiap hari #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Sesampainya dijogja tak perlu aku ceitakan panjang lebar karena bisa dikatakan cukup puas berjalan2, silaturahim, dan tentunya mbakso diEMHA — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Langsung pada kisah perjalanan pulang. Ternyata eh ternyata bus yang aku tumpangi dr terminal jombor-mgl br terisi 3 orang #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Aku pikir akan lama “ngetem” menunggu penumpang, tp rupanya bus ini berangkat hanya dengan 4 penumpang saja #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Kembali aku duduk paling belakang (entah kenapa lebih suka duduk dibangku belakang),sembari menikmati tenggelamnya matahari di #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Lalu kondektur bus mulai menarik ongkos, utk memastikan aku bertanya tarif dr jogja-mgl, pak kondektur menjawab ramah “12rb” #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Aku benar2 tak menyangka, ternyata bus yg aku tumpangi saat berangkat telah menipuku. Jadi kesel deh, kok yah beda gitu tarif #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Lalu akupun mulai mengingat kembali PO apa yg aku naiki, krn dulu sempat jg begitu tarifnya seenaknya sendiri #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Yah PO itu,bukan ramayana, bukan sumber waras,bukan mustika, bukan tri sakti,apalagi nusantara (patas ac) -> kok jadi ngelist #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Yah sudahlah, tak perlu dipikirkan lagi?? Tapi yg bikin heran knp kok bisa2nya pake tarif yg beda, maksa lagi? #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Ah, pokoknya diingat saja jangan sampai naik bus itu lagi karena sdh 2x ini kena tipu2 kondektur. Yg naikin tarif seenaknya #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Ohya ya, ternyata dari 4 penumpang bus ini yg tersisa dr muntilan-mgl hanya daku seorang. Berasa nyarter bus sendirian #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Berdasarkan curi2 dengar dr percakapan kondektur di telpon dgn kondektur bus yg lain ternyata jmlh penumpang dibawah 10 orang #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Ah, tentu saja saat ini orang akan lebih nyaman berkendara sendiri lebih irit ongkos dan efisien waktu,tdk bnyk berhenti spt #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Lanjut ke kejadian berikutnya yg membuatku kesel sampai keubun2.Sampai diterminal mgl, ternyata aku tertinggal bus ke secang #angkutanumun — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Otomatis harus menunggu antrian bus berikutnya.Sampai di depan bus antrian berikutnya, dan kondektur menawariku untuk naik bus #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Saat aku bilang mau turun secang,tiba2 kondektur itu menahanku tdk naik bus itu dan memintaku keluar terminal utk mencari #angkutanumum lain — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Ya Robb,saat itu aku betul2 kesal.Aku betul2 bingung dengan kelakuan kondektur bus itu?Kok bisa2nya penumpang ditolak naik #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Sebetulnya aku sdh sering mengalami kejadian ini,memang sering diterminal bus #kotamagelang sering menolak penumpang ke secang #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Alasan sebenarnya aku tak tahu, mungkin krn jarak tempuh yg pendek tp logikanya terminal secang itu pemberhentian selanjutnya #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Jadi bus tidak akan sembarangan menurukan penumpang disepanjang jln. Agak sedikit berbeda kalau turun di payaman atau yg lain #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Biasa bus2 yang “pilih2” penumpang adalah jurusan temanggung-wonosobo/sukorejo. Kalau jurusan semarang biasanya tdk masalah #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Tapi akan lebih efisien waktu perjalanan naik yg jurusan ke wonosobo/sukerejo krn “ngetem”nya tidak terlalu lama #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Walaupun kondektur bus menolak menaikan tapi aku dgn cuek dan pedenya tetap naik bus itu.Itu dulu.Tp hari kemarin, tak sanggup #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Aku tak sanggup untuk naik bus itu. Hari kemarin aku betul2 pada puncaknya kesal, marah, dan ah sampai menangis kesal bertanya #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Kenapa perlakuan kondektur pada penumpangnya seperti itu? Andai saja punya kendaraan sendiri pastinya tdk ada kejadian ini #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Andai saja ada yg bs menjemput pasti tdk akan diperlakukan seperti ini. Lalu apakah mereka tdk berpikir? #angkutanunum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Andai sj perlakuan ini terjadi pd istri/anak mereka? Ah,kuhapus kata2 “andai”,toh semua sdh terjadi dan mrk tdk brpikir kesana #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Pastinya mereka sdh memberikan fasilitas terbaik utk istri/anaknya dg motor atau jaminan aman utk tdk ditolak naik bus #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Stelah setengah jam,merenung kenapa begitu kerasnya dunia terminal?sembari ditemani lalu lalang bus antar kota antar propinsi #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Mencoba kembali meneguhkan hati untuk berpikir positif dengan keadaan, dan juga menenangkan diri. Akhirnya bus itu berangkat #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Dan tiba2 kondektur bus menawariku untuk naik ke busnya memperkenankan turun di terminal secang. Lega tapi juga kesal #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Seiring perjalanan msh jg terpikir knp mrk memperlakukan penumpang spt itu? Tak berpikirkah mrk, tnp kami kalian tak makan #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Nasib kalian mungkin akan sama dengan para sopir angkutan kota, yang setiap waktu mengeluh karena tak ada penumpang #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Lalu merenung dan bertanya, apakah ini efek dari pemerintahan sekarang? Tiba2 teringat pembicaraan pakde2 saat lebaran kemarin #angkutanumun — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Kondektur menarik ongkos, uang sdh kusiapkan, 4rb.Kuulurkan kpd kondektur,dan kondektur bilang kurang 1rb. Lagi2 aku bertanya #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Biasanya 4rb”. Kondektur sptnya kesal, tetap memaksa.Akupun bertambah kesal, rasa puas dijogja td musnah sdh gara2 perlakuan #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Drpd aku berantem sama kondektur lebih baik menenangkan diri dan kuberi tambahan 1rb.Lalu kudengar bisik2 dr penumpang sebelah #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Ternyata keluhannya sama dgnku, tarifnya dinaikkan seenaknya sendiri.Ya Robb, ada apa ini sebenarnya?Kenapa mrk melakukan itu? #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Apakah ini benar2 akibat dari sulitnya ekonomi saat ini?Ah pikiranku jauh melayang kesana, akibat kenaikan BBM,rupiah melemah, #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Yah spt perbincangan dgn pakde2 kmrn lebaran.Rakyat kecil sdh menderita, mrk yg tak punya kendaraan pribadi pastinya akan naik #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Tapi kendaraan umum sekarang seenaknya dinaikkan tarifnya olrh kondektur tak bertanggung jawab, maka makin beratlah beban ini #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Mungkin bagi masyarakat menengah ytk mengurangi pengeluaran transport akan lebih efisien dgn sepeda motor (walau hrs kredit) #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Ditinggalkanlah #angkutanumum, maka nelangsalah nasib sopir/kondektur #angkutanumum ini, garus bersaing dengan kendaraan pribadi. — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Setoran yg tak seberapa, apalagi utk penghasilan. Bahkan ada pula yg harus “nombok” untuk setoran. #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Itu sj dulu curhatan malam ini tentang #angkutanumum. Besar harapan dr aku pribadi sbg pengguna #angkutanumum utk mndpt fasilitas yg baik — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Fasilitas berupa pelayanan ramah dr kru (sopir/kondektur), dan juga masalah tarif yg sering sekali berasa tertipu oleh oknum #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Karena bisa jadi dgn pelayanan rak ramah, masalah tarif yg tdk seragam akan membuat orang semakin enggan menggunakan #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Semoga ada yg baca tulisan ini terutama pihak2 yg bersangkutan. Sopir, kondektur, pemilik/perusahaan,organda atau pemerintah #angkutanumum — Erli_aaE (@Erli_aaE)

Mungkin karena sdh terlalu malam jd tdk ada yg merespon, tp skr aku cukup lega bisa share tentang #angkutanumum yg sdh lama ingin kutuliskan.

Ah siap2 besok pagi, sdh bertemu lagi dengan anak2 di sekolah dan juga akan menikmati perjalanan bersama #angkutanumum. Good night 😪

Tulisan tengah malam di twitter 26 Juli 2015

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s