Jomblo Tersi(k)sa

Kebetulan sudah lama tak berkisah di blog apalagi temanya “ngeri”. Oke seperti tag line disetiap medsos yang aku punya, tema besar di usia ke 28 adalah “get your dream”. Yah mimpi itu harus bisa teraih di usiaku yang kata orang sudah tak muda lagi. Tapi pada kenyataanya malah berbanding terbalik. Usia ternyata tak bisa sebanding dengan kedewasaan/ kesiapan dalam hal “tertentu”. Oke, jadi untuk tahun ini tag linenya mau diganti apa yah? Biar lebih bersemangat dan bisa membuat banyak sejarah baru dalam kehidupannku. Oke sembari memikirkan tag line yang tepat, aku mau mau sedikit mengungkapkan apa yang tersirat dari judul diatas. 

Lets chek this out

Baru muncul pembahasanya udah ngeri banget. Hehe sengaja membuat nuansa lebih panas dan bersemangat. Oke, buat teman – teman yang seusia denganku pastinya gregetan deh kalau lagi kumpul atau reunian sama teman – teman kuliah, sma, smp bahkan sd trus yang ditaanyain eh mana nih undangan? Ditunggu yah undangannya? Kapan nih nyusul? Gak kepengen nih punya buntut? Nih anakku lagi lucu-lucunya, gak kepengen yah? Nah apalagi kalau lagi kumpul-kumpul sama keluarga, paman, bibi, pakde, bude, sepupu, yang pastinya tambah bikin nyiksa aja. Yah, memang begitulah nasib jomblo yang masih tersisa. Tapi don’t worry be happy aja. Mereka sebenarnya bukan bermaksud mau nyiksa kita, tapi lebih pada menyemangati supaya lebih bisa berintrospeksi diri. Eh si A yang usianya lebih muda dari kita eh sudah asik main sama babynya, mungkin karena dia memang sudah siap untuk menjadi seorang ibu/ayah, atau si Z yang yang mungkin secara ekonomi biasa-biasa saja tapi ternyata bisa membina rumah tangga, nah mungkin itu juga yang harus menjadi bahan evaluasi diri kita. Pekerjaan yang sudah mapan, usia yang sudah matang, ilmu yang sudah memadai, lalu apalagi yang dicari?? Mungkin disini bukan masalah pencarian tapi masalah takdir. Allah pasti sudah menakdirkan kita dengan pas. 

Sedikit curcol yah, tentang beberapa komunitas grup yang aku ikuti di medos ataupun pada kehidupan nyata. Di setiap grup yang aku ikuti ternyata eh ternyata aku adalah salah satu dari sedikit yang masih “jomblo”. Walah, jujur amat. Setiap kali masuk ke grup pasti yang ditanyain adalah eh kapan undangan/kapan nyusul kita? Nuh buntutku udah mau dua/ tiga. Huaduh… ternyata teman-teman yang seumuran denganku sudah banyak yang berbuntut lebih dari satu, nah daku. Olala, jangankan buntut yang jadi pasangannya belum ada. Nah, ini yang mungkin menjadi siksaan bagi para jomblowan/ jomblowati yang sudah bermur like me. Eh btw sekarang sudah mau twente nine my age yeah… ,(masih ingat istilah ini?) dan sekarang kepake juga sama aku. Hehehe. Tapi tentunya jomblo-jomblo yang masih tersisa (diantaranya, aku) tak perlu khawatir, don’t be afraid. Karena Allah bakal ngasih kejutan istimewa buat kamu-kamu (dan tentunya aku). Keyakinan akan jodoh jangan pernah diragukan lagi. Kayak gak punya Allah saja. Berpikir positif bahwa Allah itu bukan hanya akan mempersiapkan seseorang yang terbaik untuk kita di waktu yang tepat, tapi Allah juga sedang mempersiapkan diri kita untuk mendapatkan sesorang itu dengan tepat. Makanya, sekarang saatnya untuk terus memperbaiki diri, terus untuk memantaskan diri. Jangan-jangan kita kalau disuruh masak belum bisa, nyuci baju masih dicuciin, setrika masih disetrikain, masih merengek minta uang jajan sama orang tua, masih banyak ngerepotin orang tua, belum bisa mandiri, nyelesein masalah dihadapi dengan emosi. Nah itu mungkin sedikit alasan atau hal-hal yang perlu diperbaiki sebelum kita para jomblowan/jomblowati ini siap bersanding dengan pangeran/ putri yang akan menjadi pasangan kita kelak.

Jangan pernah takut untuk terus move on jika Allah ternyata memberikan ujian kepada kita, misalnya dalam berproses menuju pernikahan ternyata banyak kendala dan putus ditengah jalan. Karena itu bisa jadi adalah cara Allah menguji tingkat kesabaran dan sudah sejauh mana kesiapan kita dalam membina rumah tangga. Dan bisa jadi kita akan menemui takdir yang lain. Misalnya kuliah lagi trus berkarir dengan cemerlang, trus berbakti sama orang tua, atau mungkin banyak karya yang akan kita hasilkan. 

Yah mungkin itu sedikit tulisan yang akhirnya tertuang juga, bahkan terposting juga di blog ini. Hanya ingin memberikan semangat, kepada para jomblo- jomblo yang masih tersisa di umur yang kesekian ini. Tak perlu merasa risau, resah bahkan tersiksa oleh celotehan dan pertanyaan kawan-kawan kita yang sudah berbuntut banyak. Nikmati saja kesendirian ini dengan penuh semngat dan manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk terus memperbaiki diri dan memantaskan diri supaya menjadi suami/ istri yang matang. 

Semoga Allah memberikan pasangan yang terbaik dariNya dan jika memang Allah belum memberikan jodoh kita di dunia pastinya Allah akan memberikan pasangan terbaikNya di akhirat nanti. Aamiin. 

NB : 

Ini tulisan udah satu tahun lebih ternyata. Wuihhh masih jomblo ternyata hehehe… 

One thought on “Jomblo Tersi(k)sa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s