Cinta Laki Laki Biasa

Hohoho… ngeblog lagi akhirnya setelah beberapa bulan tidak aktif. Omg, susah banget deh yang namanya menjaga “komitmen” untuk bisa senantiasa menulis di blog. Oke deh dari pada lama-lama ngasih alasan kagak ngeblog mendingan langsung aku share review buku sekaligus film Cinta Laki-Laki Biasa karya Asma Nadia. 

Penasaran sama judul buku diatas akhirnya nemu di Fesbuk (Festival Buku) Perpusda kota Magelang beberapa bulan lalu. Ternyata buku ini adalah kumpulan cerpen dari pemenang lomba yang diselenggarakan oleh Asma Nadia. Dari kumpulan cerpen ini ada satu cerpen yang dibuat oleh Asma Nadia berjudul Cinta Laki-Laki Biasa. 

Tokoh utama dari cerpen ini adalah Nania dan Rafly. Nania adalah gadis yang berasal dari keluarga yang berada, dia merasa tidak mengerti mengapa dia menerima lamaran Rafly yang adalah seorang laki-laki biasa. Dia berasal dari keluarga yang biasa. Namun, ketidakmengertian Nania dan ketidaksetujuan dari pihak keluarga malah menjadikan Nania yakin untuk menerima Rafly. 

Seiring berjalannya waktu karir Nania semakin bagus, namun Rafly masih seperti biasa. Tetangga dan juga keluarga masih saja menyayangkan keputusan Nania menikah dengan Rafly. Hingga pada suatu waktu saat Nania akan melahirkan anak ketiganya Nania mengalami pendarahan yang luar biasa, hingga dia koma. Berhari-hari Nania mengalami koma Rafly senantiasa membersamainya di rumah sakit. Lalu saat sudah siuman Nania justru mengalami kelumpuhan. Hal ini membuat semua terbalik begitu saja. Saat dulu Nania berada diatas orang-orang disekitar menyayangkan keputusan untuk menikah dengan laki laki biasa seperti Rafly. Namun sekarang, orang-orang justru menyayangkan mengapa Rafly masih bertahan dengan Nania yang telah lumpuh. Nania sekarang mengerti bahwa dia sangat beruntung menikah dengan Rafly, laki laki biasa dengan sepenuh cinta senantiasa menjaga dan merawat Nania yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa.

Hup hup hup, itu sedikit cerita tentang Nania dan Rafly di buku. Ada banyak perbedaan antara buku dan film yang sudah ku tonton beberapa waktu lalu. Sengaja banget pengen nonton dan akhirnya kesampaian. Seperti biasa kalau sudah baca bukunya pasti ada rasa underestimate sama bentuk visual alias filmnya. Tapi ternyata aku salah teman. Dari sekian banyak buku Asma Nadia yang difilmkan sungguh film ini yang paling oke. Hohoho… Walau konflik yang dibangun berbeda, tapi luar biasa lebih hidup dibandingkan dengan bukunya. Bisa nangis dari awal sampai di akhir filmnya. Menurutku difilm ini pesan yang disampaikan lebih mengena. Misal, pesan tentang taaruf itu seperti apa, kebahagiaan itu tidak diukur hanya dari materi saja, perjuangan seorang laki-laki untuk mempertahankan rumah tangganya, bagaimana menangani konflik dengan keluarga besar. Aku acungi dua jempol deh, film ini keren dan lebih realistis.  Bisa terjadi dan umum di sekitar kita atau bahkan kita sendiri yang mengalami. Jadi pesan yang disampaikan lebih bisa diterima. 

Bagi teman-teman yang suka nonton, aku kasih rekomendasi nonton film ini tapi kayaknya ini jadi minggu terakhir deh karena memang film ini kurang banyak diminati. Walau sebetulnya dari segi teknis seperti cinematografi, visual efek, atau audionya keren, pesan yang disampaikan juga bagus, aman untuk semua umur (karena tidak ada adegan yang tidak baik). Tapi kalau promosinya kurang yah, pasti bakal turun layar lebih cepet. Film ini sebetulnya cocok untuk yang lagi “mau” nikah, “pengen” nikah, dan yang sudah nikah.

Oke itu sedikit saja review dari aku. Masih banyak salah dan gak nyambung. Belum bisa menulis efektif. Membuat kalimat yang benar dan pas. Ah, ya sudahlah, semoga besok-besok bisa nulis lebih baik lagi. Happy holiday… 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s